Kalau melihat angka utang rumah tangga di Amerika Serikat, jumlahnya mungkin terasa sangat jauh dari kehidupan kita. Namun, masalah di balik angka tersebut sebenarnya cukup familiar: biaya hidup meningkat, sementara banyak orang akhirnya mengandalkan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan.
Pada kuartal kedua 2025, total utang rumah tangga AS naik 185 miliar dolar menjadi 18,39 triliun dolar. Dibandingkan akhir 2019, jumlah tersebut sudah meningkat 4,24 triliun dolar, menurut Federal Reserve Bank of New York.
Bagi kita di Indonesia, situasi ini bisa menjadi pengingat bahwa memiliki penghasilan bukan satu-satunya hal yang penting. Cara mengelola utang dan pengeluaran juga menentukan apakah kondisi keuangan tetap sehat.
