PLTA Wado di Sumedang, Jawa Barat yang dibangun oleh PT Waskita Karya Infrastruktur dan anak usahanya, PT Waskita Wado Energi. (Dok. WKI)
Dari sisi kinerja keuangan, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp4,92 triliun pada semester I tahun ini. Nilai tersebut naik 58,49 persen dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp3,1 triliun.
"Peningkatan pendapatan didorong oleh produksi dari proyek Sekolah Rakyat (SR) dan jaringan irigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pencapaian ini turut membuktikan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional," tutur Wiwi.
Saat ini, Waskita sedang mengerjakan sejumlah proyek, seperti jaringan irigasi, bendungan, rumah sakit, LRT Jakarta Fase 1B, hingga Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste. Wiwi menyebutkan, Nilai Kontrak Baru (NKB) yang terkumpul sampai Juni 2026 senilai Rp5,1 triliun. Perolehan itu didominasi oleh pekerjaan konektivitas sebanyak 45,6 persen, lalu disusul infrastruktur air sebesar 21,7 persen.
"Kami selektif dalam memilih proyek yang akan dikerjakan, sebagai bagian dari manajemen risiko. Waskita Karya menghindari proyek turnkey maupun investasi, serta berfokus pada proyek berskema monthly payment dan memiliki uang muka," tutur dia.