7 KRL Buatan INKA yang Sempat Ditarik Siap Dioperasikan Lagi

Tujuh rangkaian KRL buatan PT INKA kembali beroperasi di Bogor Line mulai 6 Oktober 2026 setelah menyelesaikan perawatan dan pengujian keselamatan.
Program perawatan rampung empat hari lebih cepat; lima dari tujuh trainset selesai satu hingga enam hari sebelum target. Seluruhnya merupakan rangkaian SF12.
KCI sebelumnya menarik tujuh KRL setelah insiden anjlok di Stasiun Jakarta Kota karena ditemukan potensi fatigue material. KAI memesan total 16 rangkaian dari INKA.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak tujuh rangkaian KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA yang sempat ditarik karena ditemukan kendala teknis akan kembali dioperasikan oleh PT KAI Commuter atau KCI.
Seluruh rangkaian akan dioperasikan mulai Selasa (6/10/2026) untuk mendukung layanan Bogor Line.
1. Telah memenuhi persyaratan untuk kembali dioperasikan

Proses perbaikan KRL di pabrik PT INKA. (dok. PT INKA) Penyelesaian program tersebut berlangsung lebih cepat dari target. Trainset terakhir rampung pada hari ini, Senin (5/10), atau empat hari lebih cepat dibandingkan target akhir yang sebelumnya ditetapkan pada Jumat, (9/10/2026).
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan percepatan penyelesaian dilakukan dengan tetap memastikan setiap rangkaian memenuhi persyaratan keselamatan dan keandalan sebelum kembali berdinas.
"Sebanyak tujuh trainset yang menjalani program perawatan telah siap dan mulai 6 Oktober kembali mendukung pelayanan masyarakat di Bogor Line. Seluruh program dapat diselesaikan empat hari lebih cepat dari target akhir, dengan tetap melalui tahapan pemeriksaan dan pengujian sebelum rangkaian dinyatakan siap beroperasi," ujar Anne, dikutip dari keterangan resmi.
2. Sebanyak lima rangkaian kereta diperbaiki lebih cepat

KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter) Pekerjaan dilakukan secara bertahap sejak September 2026. Dari tujuh trainset tersebut, dua di antaranya selesai sesuai jadwal, sementara lima lainnya selesai lebih cepat antara satu sampai enam hari dari target masing-masing. Salah satu trainset dapat diselesaikan enam hari lebih awal, dari target 5 Oktober menjadi 29 September 2026.
KRL yang kembali berdinas merupakan rangkaian SF12, atau terdiri dari 12 kereta dalam satu trainset. Kesiapan rangkaian SF12 penting untuk mendukung kapasitas pelayanan pada lintas dengan mobilitas pelanggan yang tinggi.
Bogor Line menjadi salah satu lintas tersibuk dalam jaringan Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang Januari–Agustus 2026, lintas ini telah melayani 105.704.913 pelanggan, atau rata-rata sekitar 435 ribu pelanggan per hari.
"Kembalinya tujuh trainset ini menambah kesiapan sarana untuk melayani mobilitas masyarakat di Bogor Line. Percepatan penyelesaian menjadi hasil positif, namun keselamatan tetap menjadi standar utama sebelum setiap rangkaian kembali digunakan dalam pelayanan," kata Anne.
3. Kronologi KRL PT INKA ditarik ke pabrik

KRL buatan PT INKA (Persero). (dok. KAI Commuter) KCI sempat menarik tujuh rangkaian KRL buatan PT INKA usai insiden anjlok di jalur 9 Stasiun Jakarta Kota pada Jumat, (4/9/2026) lalu. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan penarikan dilakukan karena pihaknya menemukan potensi fatigue atau kelelahan material sehingga dapat mengganggu operasional kereta.
"Kami terpaksa me-recall tujuh unit trainset di INKA. Karena kami menemukan ketika melakukan pengecekan, itu ada komponen yang mempunyai potensi fatigue, yang mempunyai potensi untuk mengganggu operasional dari kereta ini," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026).
Secara total, KAI memesan 16 rangkaian kereta baru ke PT INKA. Namun, sembilan rangkaian sisanya belum dikirimkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















