Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zulhas: Kopdes di Gunung Bakal Ditertibkan
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan menertibkan Kopdes Merah Putih yang dibangun di area pegunungan, sebagai bagian perbaikan tata kelola program strategis.
  • Perbaikan persoalan MBG, Kopdes, dan program strategis lain ditargetkan selesai sebelum 20 Oktober 2026, agar manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.
  • Zulhas tidak merinci penertiban tersebut saat ditanya, menyusul kritik terhadap Kopdes di kaki Gunung Ciremai yang jauh dari permukiman warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Zulhas bilang koperasi desa yang dibuat di gunung akan dirapikan. Ada bangunan koperasi dekat Gunung Ciremai di Majalengka. Tempatnya jauh dari rumah warga, jadi banyak orang mengkritik karena susah didatangi. Zulhas belum menjelaskan bagaimana koperasi itu akan ditertibkan. Pemerintah ingin manfaat programnya terasa sebelum 20 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan akan menertibkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Kopdes Merah Putih yang dibangun di area pegunungan. Hal itu Zulhas ungkapkan usai memimpin rapat koordinasi perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia mengatakan, berbagai persoalan yang berkaitan dengan MBG, Kopdes, dan program strategis lainnya ditargetkan rampung sebelum peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 mendatang.

“Ada juga Kopdes, itu juga pekerjaan besar, besar sekali, menyangkut 82 ribu desa. Ada yang di gunung, kita tertibkan ya,” ucap Zulhas di kantornya, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dengan upaya perbaikan itu, pemerintah menargetkan manfaat program strategis Prabowo bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan sebelum 20 Oktober juga sebagian nanti manfaatnya sudah terasa di masyarakat,” tutur Zulhas.

Dia tak merinci soal penertiban Kopdes di gunung tersebut. Setelah menyinggung isu itu, dia membeberkan upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tukar nelayan, dan pelaksanaan program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Begitu juga dengan target penyelesaian pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Di 2027, 15 akan jadi yang darurat, dari target 24-30, itu 15 di 2027, 15 lagi di 2028,” ujar Zulhas.

Usai rakor tersebut, IDN Times menanyakan terkait penertiban Kopdes di gunung. Namun, dia tak menjawab pertanyaan itu.

“BGN dulu, apa?” ujar Zulhas.

Ketika ditanyakan untuk kedua kalinya terkait maksud dari pernyataan penertiban itu, Zulhas kembali tak menjawab pertanyaan.

“Ya itu besok lagi ya,” kata Zulhas seraya berjalan pergi.

Sebelumnya, viral di media sosial bangunan Kopdes Merah Putih di area kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Lokasi Kopdes itu sangat jauh dari pemukiman warga, sehingga memicu gelombang kritik dari masyarakat mengenai akses ke bangunan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article