Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri, termasuk sektor keuangan. Teknologi ini dapat mengambil alih sejumlah pekerjaan administratif dan repetitif. Namun, pada saat yang sama menuntut karyawan menguasai keterampilan baru.
Perubahan tersebut membuat perusahaan keuangan menghadapi tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia. Bukan hanya merekrut pekerja yang memiliki kemampuan digital, perusahaan juga perlu memastikan karyawan lama dapat mengikuti perubahan peran dan kebutuhan bisnis. Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030. Namun, sekitar 92 juta pekerjaan diperkirakan terdampak atau tergantikan, sehingga menghasilkan peningkatan bersih sebanyak 78 juta pekerjaan.
WEF juga memperkirakan hampir 40 persen keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan berubah. Kondisi ini membuat peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) menjadi semakin penting. Berikut tiga tantangan yang perlu diperhatikan perusahaan sektor keuangan dalam menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI.