Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bitcoin Tembus US$70 Ribu, Apa Hubungannya dengan Obligasi AS?
ilustrasi bitcoin (pexels.com/Crypto Crow)
  • Bitcoin menembus US$70 ribu pada 20 Agustus 2026, level tertinggi lebih dari dua bulan, seiring minat investor terhadap aset kripto kembali menguat.
  • Departemen Keuangan AS menaikkan pembelian kembali obligasi jangka panjang, menurunkan imbal hasil 30 tahun dari sekitar 5,34% ke 5,18% dan memperbaiki sentimen aset berisiko.
  • Reli Bitcoin diperkuat likuidasi lebih dari US$1 miliar posisi short serta sentimen regulasi AS, termasuk dorongan CLARITY Act dan usulan aturan SEC untuk penghimpunan modal kripto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bitcoin kembali menembus 70 ribu dolar Amerika Serikat (AS) pada 20 Agustus 2026, setelah sebelumnya bergerak melemah dan cenderung datar selama beberapa waktu. Kenaikan ini membawa Bitcoin ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan dan membuat perhatian pasar kembali tertuju pada aset kripto. Pergerakan tersebut juga menunjukkan minat investor terhadap Bitcoin mulai kembali menguat setelah periode yang relatif sepi.

Menariknya, salah satu pemicu utama reli tersebut justru datang dari pasar obligasi AS. Keputusan Departemen Keuangan AS memperbesar pembelian kembali obligasi jangka panjang membuat imbal hasil obligasi turun dan membantu memperbaiki sentimen terhadap aset berisiko. Lalu, bagaimana perubahan di pasar obligasi bisa ikut mendorong harga Bitcoin?

1. Pemerintah AS memperbesar pembelian kembali obligasi

ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/kaboompics)

Departemen Keuangan AS meningkatkan ukuran pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang dari maksimal 2 miliar dolar AS menjadi setidaknya 4 miliar dolar AS per operasi. Program tersebut akan berlaku mulai 9 September hingga 4 November dan mencakup obligasi dengan jatuh tempo 10 hingga 30 tahun. Kebijakan ini diumumkan ketika pasar obligasi AS sedang menghadapi tekanan akibat tingginya imbal hasil dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal pemerintah.

Sederhananya, pemerintah membeli kembali sebagian obligasi yang sudah beredar di pasar. Langkah ini bertujuan membantu menjaga perdagangan obligasi tetap lancar sekaligus meredakan tekanan pada surat utang jangka panjang. Kebijakan tersebut bukan berarti AS menjalankan quantitative easing seperti program pembelian aset oleh bank sentral, tetapi pasar melihatnya sebagai upaya untuk menenangkan kondisi pasar obligasi.

2. Imbal hasil obligasi turun dan aset berisiko ikut menarik

ilustrasi memantau pasar (magnific.com/standret)

Sebelum keputusan tersebut diumumkan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun sempat mencapai sekitar 5,34 persen, level tertinggi sejak 2007. Tingginya imbal hasil mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi, kebutuhan pembiayaan pemerintah, serta kondisi fiskal AS. Setelah pengumuman pembelian kembali, imbal hasil 30 tahun sempat turun ke sekitar 5,18 persen.

Pergerakan ini penting bagi Bitcoin karena imbal hasil obligasi menjadi salah satu pertimbangan investor ketika memilih tempat menaruh dana. Ketika imbal hasil turun, aset yang tidak memberikan bunga seperti Bitcoin bisa terlihat lebih menarik dibanding sebelumnya. Efek tersebut terlihat lebih luas karena saham, emas, dan Bitcoin sama-sama menguat ketika tekanan di pasar obligasi mulai mereda.

3. Bitcoin mendapat dorongan dari aksi short squeeze

ilustrasi trading kripto (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Lonjakan Bitcoin juga diperkuat oleh banyaknya posisi short yang terpaksa ditutup ketika harga bergerak naik. Short adalah posisi yang mengambil keuntungan jika harga turun, sehingga trader harus membeli kembali Bitcoin ketika harga justru naik untuk membatasi kerugian. Proses tersebut dapat menciptakan short squeeze, yaitu kondisi ketika pembelian paksa ikut mempercepat kenaikan harga.

Dalam reli terbaru, lebih dari US$1 miliar posisi short dilaporkan terlikuidasi dalam waktu singkat. Artinya, sebagian kenaikan Bitcoin bukan hanya berasal dari investor baru yang membeli, tetapi juga dari trader yang dipaksa keluar karena harga bergerak berlawanan dengan posisi mereka. Faktor ini membuat kenaikan berlangsung jauh lebih cepat dan membantu Bitcoin melewati level 70 ribu dolar AS.

4. Regulasi kripto AS ikut memperkuat sentimen

ilustrasi hukum dan kebijakan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Pasar kripto juga mendapat dorongan dari perkembangan regulasi di AS dalam waktu yang hampir bersamaan. Presiden Donald Trump kembali mendorong Kongres untuk meloloskan CLARITY Act, sementara SEC sehari sebelumnya mengusulkan aturan baru mengenai cara perusahaan kripto menghimpun modal. Perkembangan tersebut memberi harapan bahwa ketidakpastian aturan yang selama ini membayangi industri kripto dapat berkurang.

Gabungan beberapa faktor tersebut membuat reli Bitcoin lebih kuat daripada sekadar kenaikan teknikal biasa. Pasar obligasi menjadi lebih tenang, imbal hasil turun, posisi short banyak terlikuidasi, dan sentimen regulasi membaik pada saat yang hampir bersamaan. Meski demikian, pembelian kembali obligasi hanya salah satu faktor dan dampaknya belum tentu bertahan lama jika tekanan terhadap utang dan imbal hasil AS kembali meningkat.

Bitcoin berhasil kembali ke atas 70 ribu dolar AS setelah mendapat dorongan dari berbagai sisi pasar. Salah satunya datang dari perubahan kondisi obligasi AS yang membuat investor kembali lebih berani mengambil risiko. Pergerakan berikutnya akan menunjukkan apakah kenaikan ini menjadi awal tren baru atau hanya reli sementara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article