Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Memulai Bisnis Sembako dengan Benar untuk UMKM

7 Cara Memulai Bisnis Sembako dengan Benar untuk UMKM
Ilustrasi toko sembako (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Intinya sih...
  • Perencanaan awal bisnis sembako sangat penting, termasuk menentukan modal dan lokasi usaha.
  • Riset pasar diperlukan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mengungguli pesaing.
  • Perhitungan modal untuk belanja produk, tata letak produk, kebersihan warung, strategi penjualan, dan pencatatan penjualan juga krusial.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Warung sembilan bahan pokok alias sembako adalah salah satu bisnis yang bisa dimulai tanpa perlu modal yang begitu besar. Warung sembako juga sangat dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Kali ini IDN Times akan memberikan tips atau cara memulai bisnis sembako.

Sebelum membahas lebih lanjut, kamu perlu tahu keberadaan warung sembako pun sudah sangat banyak, baik di perkotaan maupun pedesaan. Namun, banyaknya saingan bukan berarti bisnis warung sembako tak menjanjikan, lho! Apalagi jika sang penjualnya tahu cara memilih produk-produk yang akan dijual serta trik menetapkan harga yang terbaik.

Minat memulai bisnis warung sembako? Berikut 7 tahap memulainya dikutip dari BukuWarung.

Table of Content

1. Buat perencanaan awal

1. Buat perencanaan awal

Ilustrasi pedagang sembako. (IDN Times/Holy Kartika)
Ilustrasi pedagang sembako. (IDN Times/Holy Kartika)

Meski warung sembako kebanyakan dikenal sebagai bisnis untuk pelaku UMKM, bukan berarti tak membutuhkan perencanaan awal. Bisnis akan sukses jika telah diperhitungkan sedemikian rupa sejak dibangun.

Nah, perencanaan awal ini bisa dimulai dengan menentukan modal yang akan dikeluarkan, dan sumber modalnya. Lalu, tentukan lokasi usaha, dan perhitungkan juga lokasi pesaing terdekat. Lokasi usaha ini bisa di ruko khusus, atau bahkan di rumah. Tak sedikit warung sembako dijalankan oleh seorang ibu rumah tangga, lho!

2. Riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen

Ilustrasi pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww)
Ilustrasi pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww)

Nah, riset pasar juga sangat diperlukan sebelum membuka warung sembako. Dengan melakukan riset pasar, kamu akan mengetahui apa saja produk-produk yang dibutuhkan calon konsumen, dan berapa harga yang terjangkau untuk calon konsumen. Pastikan produk yang akan kamu jual memiliki kualitas terbaik, dengan harga yang juga terjangkau.

Riset pasar ini juga bisa menjadi jurus ampuh agar kamu unggul dari para pesaing yang sudah lama berbisnis sembako.

Riset pasar juga bisa menunjukkan kebiasaan calon konsumen kamu. Apakah calon konsumen di sekitar lokasi warungmu suka berutang atau tidak, suka membeli kebutuhan hingga larut malam atau tidak. Nah, hasilnya nanti bisa kamu gunakan sebagai referensi pelayanan di warungmu.

3. Perhitungkan modal untuk belanja produk

(IDN Times/Arief Rahmat)
(IDN Times/Arief Rahmat)

Memperhitungkan modal adalah tahap terpenting dalam cara memulai bisnis sembako. Jika kamu sudah menentukan modal di tahap perencanaan awal, dan juga sudah mengetahui produk apa saja yang akan dijual dari riset pasar, maka kamu harus menghitung biaya yang akan dikeluarkan untuk membeli produk.

Tak hanya itu, kamu juga perlu menghitung modal untuk membayar sewa, apabila kamu berjualan di ruko. Begitu juga dengan biaya operasional awal, misalnya kamu perlu membayar listrik untuk warungmu, atau kamu memerlukan alat tulis yang akan digunakan sehari-hari di warungmu seperti pulpen, nota, kalkulator, dan sebagainya. Perlu diingat, pengeluaran untuk membuka warung ini jangan sampai melebihi modal.

4. Tentukan tata letak produk

Ilustrasi Toko Kelontong (IDN Times/Reynaldy Wiranata)
Ilustrasi Toko Kelontong (IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Nah, jika kamu sudah membeli produk-produk yang akan dijual, maka kamu harus menatanya. Letak produk ini juga sangat menentukan keberhasilan penjualanmu, lho!

Misalnya produk yang memiliki permintaan tinggi, bisa kamu letakkan di bagian depan rak atau etalase. Dengan cara ini, maka konsumen bisa mengetahui bahwa warungmu menjual produk-produk yang sangat dibutuhkan sehari-hari.

Dalam tahap ini juga kamu harus mengelompokkan setiap kategori produk. Misalnya kategori sembako, terdiri dari beras, telur, minyak goreng, gula, dan sebagainya. Lalu kategori kebersihan, terdiri dari sabun, shampo, pasta gigi, dan sebagainya.

5. Pastikan warung selalu bersih

IDN Times/Rizka Yulita
IDN Times/Rizka Yulita

Biasanya warung sembako yang baru dibuka kondisinya bersih. Pastikan warungmu juga begitu. Dengan kondisi yang bersih, konsumen pasti akan merasa nyaman berbelanja di warungmu.

Namun, kamu juga harus mempertahankan kebersihan warung seterusnya. Dengan mempertahankan kebersihan, konsumen tentunya akan terus kembali ke warungmu.

6. Buat strategi penjualan

ilustrasi ekonomi (IDN Times)
ilustrasi ekonomi (IDN Times)

Nah, cara ini juga bisa jadi jurus ampuh mengalahkan saingan. Agar penjualanmu bagus, kamu harus menetapkan strategi. Bisa dengan cara konvensional, yakni hanya menunggu konsumen datang ke warung, atau dengan cara modern.

Cara modern ialah dengan memanfaatkan teknologi. Kamu bisa menawarkan produkmu melalui aplikasi WhatsApp, mengirimkannya ke grup obrolan tetangga, atau menggunakan media sosial.

Di tahap ini, kamu juga bisa menentukan layanan yang akan kamu berikan ke konsumen. Misalnya kamu menyediakan layanan pesan melalui online, lalu kamu antar ke rumah konsumen. Nah, bisa saja strategi ini akan membuatmu berbeda dari para pesaing. Jangan sampai lupa, setiap pelayanan yang kamu berikan, maka pastikanlah itu adalah pelayanan terbaik.

7. Catat penjualan

IDN Times/Arief Rahmat
IDN Times/Arief Rahmat

Setiap penjualan di warungmu harus dicatat alias lakukan pembukuan. Dengan pembukuan, kamu bisa mengetahui total penjualan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan di warung sembakomu.

Nantinya, kamu juga akan mengetahui apakah kamu rugi atau untung, dan juga berapa lama waktu yang kamu habiskan dalam berjualan sampai balik modal. 

Biasanya, warung sembako menggunakan cara konvensional, yakni dengan menulis di buku kas atau buku tulis biasa. Namun, kini sudah banyak aplikasi di smartphone bisa melakukan pembukuan dari penjualan warung sembakomu.

FAQ seputar Cara Memulai Bisnis Sembako dengan Benar untuk UMKM

Bagaimana cara memulai bisnis sembako yang baik untuk UMKM?

Mulailah dengan membuat perencanaan awal yang matang, termasuk menentukan modal, lokasi usaha, dan analisis pesaing agar bisnis sembako dapat dijalankan secara terstruktur.

Kenapa riset pasar penting sebelum membuka warung sembako?

Riset pasar membantu kamu mengetahui produk apa saja yang dibutuhkan konsumen, serta harga yang tepat, sehingga usaha lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan pembeli di lokasi usahamu.

Apa saja yang perlu diperhitungkan dalam modal bisnis sembako?

Selain modal untuk membeli stok produk, kamu juga perlu menghitung pengeluaran untuk biaya operasional seperti sewa tempat, listrik, alat tulis, dan kebutuhan sehari-hari lain saat menjalankan warung sembako.

Bagaimana menentukan tata letak produk di warung sembako?

Tata letak produk perlu direncanakan agar barang yang sering dicari pelanggan mudah ditemukan, misalnya dengan menempatkan produk permintaan tinggi di bagian depan rak untuk menarik perhatian pembeli.

Mengapa pencatatan penjualan itu penting dalam bisnis sembako?

Pencatatan penjualan atau pembukuan harian sangat penting untuk mengetahui total penjualan, laba rugi, serta mengetahui berapa lama usaha bisa balik modal sehingga pengelolaan bisnis menjadi lebih transparan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
Jumawan Syahrudin
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More

Cara Mengajukan PPN DTP 2026 untuk Properti: Panduan Lengkap, Terbaru

17 Jan 2026, 00:25 WIBBusiness