Sudah rutin investasi, tetapi ketika mengecek portofolio justru bikin hati nyesek karena nilainya terus turun? Kondisi seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Investasi memang menawarkan peluang untuk mengembangkan uang, tetapi tidak pernah datang tanpa risiko. Nilai aset dapat naik dan turun, sementara biaya dan inflasi juga bisa diam-diam menggerus hasil yang diperoleh.
Setiap produk investasi memiliki risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Karena itu, investor perlu memahami bukan hanya potensi keuntungan, tetapi juga berbagai faktor yang dapat mengurangi nilai investasinya. Lantas, apa saja yang bisa membuat nilai investasi terus menyusut?
