Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Tertekan, Defisit APBN 2026 Berpotensi Dekati 3 Persen

3 min read
Rupiah Tertekan, Defisit APBN 2026 Berpotensi Dekati 3 Persen
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
  • Rupiah di kisaran Rp18.000-Rp18.300 per dolar AS hingga akhir tahun diproyeksikan mendorong defisit APBN 2026 mendekati 2,9 persen PDB, dari target 2,85 persen.
  • Setiap pelemahan Rp100 per dolar AS menambah belanja Rp6,1 triliun, tetapi defisit sekitar Rp800 miliar; dampak langsung kurs diperkirakan Rp9-Rp13 triliun.
  • Pelemahan rupiah bersama kenaikan harga minyak dapat menekan fiskal Rp20-Rp30 triliun; rupiah siang itu berada di Rp18.170 per dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Jika rupiah bertahan di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.300 per dolar AS sampai akhir tahun, defisit APBN diperkirakan mendekati 2,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Proyeksi ini hanya sedikit meningkat dari target dalam APBN tahun ini sebesar 2,85 persen terhadap PDB.

"Jika kurs bertahan pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.300 sampai Desember, pelemahan rupiah dapat mendorong defisit mendekati 2,9 persen. Jika digabungkan dengan tekanan harga minyak, defisit bisa bergerak mendekati 3 persen apabila tidak ada penyesuaian belanja," tegas Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi IDN Times, Rabu (28/10/2026).

  1. 1. Hitungan dampak pelemahan rupiah disertai kenaikan harga minyak ke APBN

    ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

    Meski demikian, Yusuf menilai dampak langsung pelemahan rupiah terhadap defisit APBN relatif terbatas. Pasalnya, kenaikan belanja negara akibat pelemahan nilai tukar sebagian besar diimbangi oleh tambahan penerimaan negara.

    Berdasarkan sensitivitas APBN 2026, setiap pelemahan rupiah sebesar Rp100 per dolar AS berpotensi menambah belanja negara sekitar Rp6,1 triliun. Namun, defisit anggaran hanya bertambah sekitar Rp800 miliar. Dengan asumsi kurs dalam APBN sebesar Rp16.500 per dolar AS, sementara nilai tukar saat ini telah menembus Rp18.000 per dolar AS, Yusuf memperkirakan dampak langsung pelemahan rupiah terhadap defisit mencapai Rp9 triliun hingga Rp13 triliun. Angka tersebut setara dengan 0,03–0,05 persen dari produk domestik bruto (PDB).

    Meski demikian, perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi kurs rata-rata tahunan. Karena itu, selisih antara kurs saat ini dan asumsi dalam APBN tidak dapat langsung dihitung seolah-olah pelemahan tersebut berlangsung sepanjang tahun.

    “Namun, dampak kurs tidak bisa dilihat secara terpisah dari harga minyak,” ujar Yusuf.

  2. 2. Terjadi tekanan fiskal jika rupiah melemah dan harga minyak ICP bergejolak secara bersamaan

    Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Rehia Sebayang)
    Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Rehia Sebayang)

    Menurutnya, pelemahan rupiah yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dapat memperbesar tekanan fiskal. Kondisi tersebut meningkatkan biaya impor energi sekaligus menambah beban subsidi dan kompensasi energi dalam rupiah.

    Jika efek interaksi antara pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak turut diperhitungkan, tekanan fiskal yang berkaitan dengan kurs diperkirakan mencapai Rp20 triliun hingga Rp30 triliun atau sekitar 0,1 persen dari PDB.

    "Selain itu, pelemahan rupiah juga berpotensi mendorong kenaikan imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN). Setiap kenaikan yield sebesar 0,1 poin persentase berpotensi menambah defisit APBN sekitar Rp1,9 triliun," tegasnya.

  3. 3. Rupiah masih melemah hingga siang, di level Rp18.170 per Dolar AS

    ilustrasi mata uang dolar Amerika (pixabay.com/iGlobalWeb)
    ilustrasi mata uang dolar Amerika (pixabay.com/iGlobalWeb)

    Tekanan terhadap rupiah juga masih berlanjut di pasar spot. Mengacu pada data Bloomberg hingga pukul 13.00 WIB, rupiah tercatat melemah sepanjang perdagangan dan menyentuh level Rp18.170 per dolar AS.

    Posisi tersebut melemah 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More