Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lakukan investasi sebagai tips menabung 1 juta per bulan (freepik.com)
  • Sukuk Tabungan memungkinkan WNI, termasuk generasi muda, berinvestasi mulai Rp1 juta sambil mendukung pembiayaan APBN dan pembangunan nasional melalui instrumen syariah.

  • ST memiliki tenor dua atau empat tahun, imbalan mengambang dengan batas minimal, tidak diperdagangkan di pasar sekunder, serta menyediakan early redemption sesuai ketentuan.

  • Pemerintah menawarkan ST017 pada 6 November–2 Desember 2026 dengan target awal Rp15 triliun; calon investor diminta memahami risiko, tujuan keuangan, dan kebutuhan likuiditas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menawarkan Sukuk Tabungan seri ST017, instrumen Surat Berharga Syariah Negara ritel, dengan pembelian minimum Rp1 juta untuk mendukung pembiayaan APBN.
  • Who?
    Warga Negara Indonesia, termasuk generasi muda, dapat membeli ST017. Kementerian Keuangan melalui DJPPR mengelola penerbitannya, dengan Deni Ridwan sebagai Direktur Pembiayaan Syariah.
  • Where?
    Pemesanan dilakukan secara elektronik melalui sistem e-SBN dan Mitra Distribusi resmi. Informasi tersedia di www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan serta akun Instagram DJPPR Kementerian Keuangan.
  • When?
    Masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST017 berlangsung dari 6 November hingga 2 Desember 2026.
  • Why?
    Penerbitan ST017 ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN dan mendukung pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, transportasi, pelabuhan, asrama haji, dan KUA.
  • How?
    Investor individu WNI membeli mulai Rp1 juta melalui Mitra Distribusi resmi. ST017 berprinsip syariah dengan akad Wakalah, tenor dua atau empat tahun, serta imbalan mengambang dengan batas minimal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times Investasi tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dengan investasi mulai dari Rp1 juta, masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam mendukung pembiayaan APBN melalui Surat Berharga Negara (SBN) Ritel. Salah satu instrumen yang ditawarkan pemerintah adalah Sukuk Tabungan (ST), yaitu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel yang dikelola berdasarkan prinsip syariah dan dapat dibeli oleh individu Warga Negara Indonesia, termasuk generasi muda. 

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengatakan pembelian SBN merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara. 

“Ketika berinvestasi pada SBN, termasuk SBSN, masyarakat turut berpartisipasi dalam mendukung pembiayaan APBN. Melalui Sukuk Tabungan, masyarakat dapat berinvestasi berdasarkan prinsip syariah sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan nasional yang manfaatnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat,” ujar Deni.

1. Anak muda punya peran dalam pembiayaan negara

Sekelompok anak muda sedang berdiskusi (123rf.com/suntipongchormali)

Pemerintah membutuhkan pembiayaan untuk menjalankan berbagai program pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga infrastruktur. Kebutuhan tersebut menjadi bagian dari arah kebijakan fiskal APBN 2027, yaitu “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”. 

Menurut Deni, Indonesia perlu mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi untuk memanfaatkan bonus demografi dan mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. 

“Kita tidak cukup hanya tumbuh 5 persen. Kita perlu lebih tinggi lagi,” katanya. 

Pembiayaan pembangunan tidak hanya mengandalkan penerimaan pajak dan pendapatan negara lainnya. Pemerintah juga mengoptimalkan penerbitan SBN untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN. 

Partisipasi investor domestik pun semakin besar. Saat ini, sekitar 86 persen kepemilikan SBN berada di tangan investor dalam negeri. Sementara itu, dari sisi investor SBN Ritel, hampir 50 persen berasal dari generasi Milenial dan sekitar 3–4 persen dari generasi Z. Data ini menunjukkan bahwa instrumen investasi pemerintah telah menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk generasi muda. 

2. Mengenal sukuk tabungan, investasi syariah mulai Rp1 juta

Karakteristik Sukuk Tabungan (dok. Kementerian Keuangan)

Sukuk Tabungan (ST) merupakan salah satu instrumen SBSN Ritel yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah. Sukuk Tabungan memiliki pilihan tenor dua atau empat tahun, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder maupun dialihkan kepemilikannya, tetapi menyediakan fasilitas pelunasan sebagian pokok sebelum jatuh tempo (early redemption) sesuai ketentuan yang berlaku. 

Sukuk Tabungan menawarkan imbalan mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Artinya, tingkat imbalan dapat meningkat mengikuti perubahan BI-Rate, dengan penyesuaian setiap tiga bulan, namun tidak akan lebih rendah dari tingkat imbalan minimal (floor) yang telah ditetapkan pada saat penerbitan hingga jatuh tempo. 

Sukuk Tabungan diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dan menggunakan akad Wakalah, serta telah dinyatakan sesuai prinsip syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Dalam penerbitannya, SBSN memiliki underlying asset yang dapat berupa Barang Milik Negara maupun proyek/kegiatan yang tercantum dalam APBN. 

Melalui pembiayaan SBSN, pemerintah turut mendukung pembangunan berbagai fasilitas publik dan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan masyarakat, antara lain di sektor pendidikan, transportasi, pelabuhan, serta fasilitas pelayanan keagamaan seperti asrama haji dan Kantor Urusan Agama (KUA). 

Masyarakat bisa membeli Sukuk Tabungan mulai dari Rp1 juta melalui sistem elektronik SBN (e-SBN) dan mitra distribusi resmi. Deni berharap nominal yang terjangkau dapat mendorong generasi muda mulai membangun kebiasaan investasi. 

“Investasi itu seperti maraton. Tidak perlu dari awal langsung besar. Justru kita berharap dengan nominal kecil terlebih dahulu, masyarakat dapat membangun kebiasaan berinvestasi,” ujarnya. 

3. ST017 ditawarkan mulai 6 November 2026

Jadwal masa penawaran SBN Ritel Tahun 2026 (dok. Kementerian Keuangan)

Pemerintah akan menawarkan Sukuk Tabungan seri ST017 pada 6 November hingga 2 Desember 2026. Target indikatif penerbitan awal diperkirakan sebesar Rp15 triliun, yang dapat disesuaikan dengan minat investor serta kebutuhan pembiayaan APBN. 

Sebelum berinvestasi, calon investor perlu memahami karakteristik, manfaat, dan risiko instrumen yang dipilih serta menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan jangka waktu investasi. Sukuk Tabungan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan tidak memerlukan fleksibilitas untuk memperjualbelikan investasinya di pasar sekunder. Meskipun tersedia fasilitas early redemption, pencairan sebagian pokok hanya dapat dilakukan sesuai persyaratan dan periode yang ditetapkan pemerintah. 

Deni juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat besaran imbal hasil, tetapi memahami karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi. 

“Investasi perlu dilakukan dengan perencanaan yang baik. Masyarakat perlu memahami karakteristik instrumen yang dipilih, menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, serta mempertimbangkan jangka waktu dan kebutuhan likuiditas. Dengan pemahaman yang baik, investasi tidak hanya menjadi sarana mengelola keuangan pribadi, tetapi juga menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional,” pesannya. 

Informasi lebih lanjut mengenai Sukuk Tabungan seri ST017, termasuk karakteristik, ketentuan, dan mekanisme pemesanan, dapat diakses melalui laman resmi www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan serta akun Instagram @djpprkemenkeu dan @sahabat_sukuk. Pemesanan ST017 dapat dilakukan melalui Mitra Distribusi resmi yang telah ditunjuk pemerintah selama masa penawaran. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article