Comscore Tracker

Aset Tak Likuid: Pengertian, Jenis dan Contohnya 

Apa itu aset tak likuid?

Likuid adalah kemampuan dari suatu aset yang digunakan untuk dikonversikan, dicairkan, atau diperjualbelikan agar dapat berubah menjadi bentuk uang tunai. Jika suatu tingkat likuiditas semakin tinggi, maka aset akan memiliki keuntungan yang baik, terutama sebagai alat investasi.

Secara umum, uang tunai dianggap menjadi aset paling likuid, karena memiliki proses yang paling cepat, serta mudah untuk diubah ke dalam bentuk aset lainnya. Selain aset likuid, terdapat pula aset tak likuid.

Dalam ulasan ini, kami akan merangkum 4 hal penting mengenai aset tak likuid. Simak ulasan ini lebih lanjut agar lebih memahami aset tak likuid.

Baca Juga: Aset Himbara Naik 7,7 Persen Jadi Rp3.900 Triliun di Semester I-2021

1. Definisi aset tak likuid

Aset Tak Likuid: Pengertian, Jenis dan Contohnya ilustrasi rumah (Unsplash/Tierra Mallorca)

Terdapat dua definisi terkait aset tak likuid. Pertama, menurut Media BPR, aset tak likuid adalah suatu aset yang tidak dapat dijual secara tunai dengan mudah. Contohnya, pinjaman yang dilakukan di pasar sekunder secara terbatas.

Pinjaman tersebut dapat dijual kembali dengan harga normal, tetapi tidak masuk ke dalam modal bank. Dalam hal ini, bisa dicontohkan dengan real estate yang dapat diperoleh melalui pembayaran di muka dan surat berharga, namun keduanya tidak likuid.

Kedua, menurut Otoritas Jasa Keuangan, aset tak likuid adalah suatu aset yang tidak dapat diuangkan dengan mudah, contohnya seperti gedung atau mesin. Dalam bahasa inggris, biasanya disebut sebagai illiquid asset.

2. Apa itu aset tak likuid?

Aset Tak Likuid: Pengertian, Jenis dan Contohnya Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Secara lebih detailnya, aset tak likuid adalah aset yang tidak dapat dikonversikan ke dalam bentuk uang dengan mudah atau cepat. Namun, bukan berarti aset tak likuid tidak dapat diuangkan, hanya saja membutuhkan waktu.

Selain itu, waktu tepatnya pun tidak dapat ditentukan, karena tergantung pada beberapa faktor. Seperti ketersediaan pembeli pada aset yang sedang dijual, selama tidak ada yang membeli, maka harus menunggu hingga terbeli.

Biasanya aset tak likuid dapat disebut juga sebagai aset non likuid. Tipe aset tak likuid adalah kebalikan dari aset moneter yang dikenal dengan tingkat likuiditas yang tinggi, karena aset dapat dengan mudah dan cepat untuk dicairkan ke dalam bentuk uang.

Likuiditas menjadi tolak ukur suatu aset dapat dengan mudah dan cepat dikonversikan menjadi uang. Dilihat dari namanya (aset tak likuid) menunjukkan kejelasan bahwa aset tersebut memang memiliki tingkat likuiditas yang rendah dan bahkan tidak likuid.

3. Contoh kasus aset tak likuid

Aset Tak Likuid: Pengertian, Jenis dan Contohnya Ilustrasi properti (pexels/Pixabay)

Jika dimasukkan ke dalam contoh kasus yang umum terjadi di Indonesia, bisa dilihat dari aset properti. Seperti yang kita ketahui, aset properti membutuhkan waktu yang lama untuk dicairkan menjadi uang, karena membutuhkan waktu dalam proses penjualan atau disewakan.

Waktu tersebut yang membuat aset properti menjadi salah satu jenis aset tak likuid. Meskipun properti tidak bisa langsung dicairkan, tetapi biasanya aset properti bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman, yang mana hal ini cukup menguntungkan.

Selain itu, saham juga termasuk pada aset tak likuid. Hal ini dikarenakan saham dapat memiliki nilai yang rendah dari nilai beli saat pemilik dari saham memiliki kebutuhan mendadak.

Maka dari itu, jika kamu ingin berinvestasi di saham, kamu bisa gunakan uang dingin atau uang yang tidak kamu gunakan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Negara Berburu Aset BLBI hingga 4 WNI Pilih Bertahan di Afghanistan

4. Jenis aset tak likuid

Aset Tak Likuid: Pengertian, Jenis dan Contohnya Ilustrasi Penurunan Harga Saham/Bearish (IDN Times/Arief Rahmat)

Aset tak likuid sering dikaitkan dengan penjualan real estate dan properti. Tetapi, tidak semua berkaitan dengan bisnis tersebut, berikut ini beberapa jenis aset tak likuid, yaitu :

Rumah
Jenis aset tak likuid yang pertama yaitu rumah atau perumahan, karena dalam melakukan penjualan rumah, dibutuhkan waktu yang cukup lama agar rumah dapat laku terjual. Dengan begitu, jika rumah telah laku terjual, maka penjual akan mendapatkan uang.

Apartemen
Selanjutnya, terdapat apartemen yang menjadi salah satu jenis aset tak likuid. Beberapa tahun belakangan ini, bisnis apartemen sedang meningkat, tetapi hal ini tidak mengubah apartemen menjadi aset likuid.

Dalam proses penjualan apartemen tetap membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak dapat ditentukan. Sehingga penjual harus menunggu dalam proses mengkonversikan apartemen dalam bentuk uang.

Tanah
Tanah merupakan jenis aset tak likuid. Sebab, seperti yang telah kita ketahui, menjual tanah membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan relatif lama hingga menemukan pembeli.

Tetapi, nilai jual tanah akan semakin meningkat dengan seiring berjalannya waktu. Jika aset ini semakin lama disimpan, maka akan memberikan harga jual yang meningkat dan menjadi lebih mahal.

Saham
Saham tidak termasuk pada aset properti, tetapi saham merupakan jenis dari aset tak likuid. Hal ini didasarkan oleh saham tidak dapat digunakan untuk mendapatkan uang dengan cepat, melainkan butuh waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Fakta-Fakta Penyitaan 49 Aset Mewah dalam Skandal BLBI

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui mengenai aset tak likuid. Melalui ulasan ini, apakah kamu sudah memahami apa maksud dari aset tak likuid?

Topic:

  • Kiki Amalia
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya