Usai Kirim 2 A400M, Jerman Berharap RI Pesan Airbus Lagi

- Jerman berharap Indonesia melanjutkan kontrak pertahanan dengan Airbus setelah menerima dua pesawat A400M.
- Keputusan kerja sama berikutnya berada di tangan pemerintah Indonesia dan bergantung pada negosiasi bilateral.
- A400M dapat membawa hingga 37 ton, menjalankan pengisian bahan bakar udara, serta mendukung misi kemanusiaan dan tanggap darurat.
Jakarta, IDN Times – Jerman membuka peluang memperluas kerja sama pertahanan, setelah Airbus mengirimkan dua pesawat angkut militer A400M ke Indonesia. Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN Ralf Beste mengatakan pihaknya berharap ada kontrak lanjutan dengan Indonesia.
“Harapannya tentu ada kontrak berikutnya. Namun, itu tentu bergantung pada negosiasi bilateral. Ada tawaran dan kami bersedia melakukan lebih banyak kerja sama di bidang militer,” kata Beste saat ditemui di sela-sela ASEAN Think Tanks Summit (ATTS) di Sekretariat ASEAN, Senin (14/9/2026).
Beste mengatakan kerja sama tersebut dapat dilakukan bersama Airbus. Ketika ditanya apakah peluang kerja sama baru itu berkaitan dengan Airbus, dia membenarkannya.
“Ya, dengan Airbus,” ujar Beste.
1. Jerman berharap ada kontrak pertahanan berikutnya

Unit kedua Airbus A400M sukses jalani uji penerbangan perdana. (Dokumentasi TNI AU) Beste tidak menyebut secara spesifik jumlah pesawat atau bentuk kontrak baru yang diharapkan Jerman. Dia menegaskan keputusan terkait kerja sama pertahanan selanjutnya berada di tangan Pemerintah Indonesia.
“Namun, itu adalah keputusan pemerintah Indonesia,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Indonesia menerima dua unit Airbus A400M. Pesawat tersebut menjadi bagian dari penguatan kemampuan angkut dan operasional TNI Angkatan Udara.
Bagi Jerman, kerja sama pertahanan dengan Indonesia merupakan salah satu bagian dari hubungan bilateral yang ingin terus dikembangkan. Beste mengatakan Jerman melihat adanya ruang untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, termasuk di sektor militer.
2. A400M bisa angkut hingga 37 ton

Unit kedua pesawat Airbus A400M yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan telah tiba di Lanud Halim Jakarta Timur. (www.instagram.com/@airbus_defence) Dikutip dari laman resmi situs Presiden RI, Airbus A400M merupakan pesawat angkut militer yang dirancang untuk beroperasi dalam berbagai kondisi. Pesawat ini dapat digunakan di landasan tidak beraspal maupun lapangan udara semi-permanen.
A400M juga memiliki kemampuan Multi Role Tanker Transport (MRTT). Dengan kemampuan tersebut, pesawat dapat menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara atau air-to-air refuelling bagi pesawat tempur.
Dari sisi kapasitas, A400M mampu membawa hingga 37 ton muatan dan dapat melakukan penerbangan dengan daya jelajah hingga delapan jam tanpa pengisian bahan bakar. Pesawat ini juga dilengkapi sistem terintegrasi untuk meningkatkan kesadaran situasional dan kinerja selama penerbangan.
3. Tak hanya pertahanan, bisa untuk misi kemanusiaan

Duta Besar Jerman untuk Indonesia dan ASEAN, Ralf Beste. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Kemampuan multirole A400M tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan operasi militer. Pesawat tersebut juga dapat memperluas kemampuan Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan dan tanggap darurat di kawasan.
Kemampuan mengangkut muatan dalam jumlah besar dan beroperasi di berbagai kondisi landasan dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengerahan bantuan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat di wilayah yang sulit dijangkau.
Beste sebelumnya juga menyinggung kerja sama Jerman dan Indonesia di bidang keamanan maritim. Menurutnya, Eropa memiliki kepentingan untuk menjaga keamanan kawasan Indo-Pasifik, termasuk memastikan jalur laut yang menjadi rute perdagangan internasional tetap terbuka.
“Keamanan Indo-Pasifik dan Asia Tenggara sangat penting bagi keamanan Eropa. Karena itu, kami ingin bekerja sama dan mencari pemahaman bersama mengenai bagaimana menjaga keterbukaan jalur laut, misalnya, agar perdagangan internasional dan kemakmuran dapat terus berlangsung,” ujar Beste.





















