Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dibawa Pakai Airbus A400M TNI AU, Maung Jadi Sorotan di KTT ASEAN Cebu

Dibawa Pakai Airbus A400M TNI AU, Maung Jadi Sorotan di KTT ASEAN Cebu
Mobil Maung dibawa pakai Airbus A400M TNI AU untuk kemudian dipakai Presiden Prabowo Subianto saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina. (Dok. BP2MI)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine milik Presiden Prabowo diterbangkan ke KTT ASEAN Cebu menggunakan Airbus A400M TNI AU, menarik perhatian delegasi dan warga setempat.
  • Penggunaan Maung buatan PT Pindad menjadi simbol kemandirian industri nasional serta kebanggaan Indonesia di forum internasional, mendapat respons positif dari para pejabat dan masyarakat ASEAN.
  • TNI mengerahkan berbagai alutsista seperti jet F-16, pesawat Hercules, dan kapal perang untuk mendukung pengamanan serta kesiapan operasi gabungan selama pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kehadiran kendaraan taktis Maung MV3 Garuda Limousine milik Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, menarik perhatian delegasi dan masyarakat setempat. Kendaraan produksi PT Pindad itu diterbangkan langsung menggunakan pesawat Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara sebagai bagian dari dukungan pengamanan dan logistik kenegaraan Indonesia.

Maung tiba lebih dahulu di Cebu pada Senin (4/5/2026), beberapa hari sebelum Presiden Prabowo menghadiri rangkaian agenda KTT ASEAN pada 7–8 Mei. Mobil kepresidenan berwarna putih tersebut dibawa langsung dari Indonesia dari dalam lambung pesawat Airbus A400M TNI AU.

Di tengah deretan kendaraan resmi para pemimpin ASEAN, pilihan Prabowo menggunakan mobil produksi dalam negeri menjadi perhatian tersendiri. Maung bukan hanya tampil sebagai kendaraan operasional kepala negara, tetapi juga menjadi representasi kemampuan industri pertahanan nasional di forum internasional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penggunaan Maung dalam agenda internasional memiliki makna simbolik bagi Indonesia.

“Penggunaan Maung di forum internasional ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi sebagai simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa, dan kemajuan industri nasional Indonesia. Maung menjadi sebuah simbol diplomasi. Dari dalam negeri, untuk Indonesia, hadir di panggung dunia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu (10/5/2026).

Kendaraan tersebut merupakan varian terbaru keluarga Maung yang dikembangkan PT Pindad dari platform MV3 dan dirancang khusus sebagai kendaraan resmi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

1. Prabowo pilih mobil nasional di forum internasional

Presiden Prabowo bawa mobil Maung ke Filipina hadiri KTT ke-48 ASEAN (dok. Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo bawa mobil Maung ke Filipina hadiri KTT ke-48 ASEAN (dok. Tim Media Presiden)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, keputusan Presiden Prabowo membawa Maung ke Cebu menjadi bentuk kebanggaan terhadap kemampuan industri otomotif dan pertahanan nasional.

“Saya kira itu satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu memproduksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Bapak Presiden. Kemudian kemarin Beliau berpesan untuk membawa itu ke sana,” ujar Sugiono kepada media di Cebu, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Sugiono, respons dari para menteri luar negeri negara ASEAN juga cukup positif ketika melihat Presiden Indonesia menggunakan kendaraan buatan dalam negeri dalam forum internasional.

“Ini kebanggaan bangsa lah. Bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan itu produksi bangsa kita sendiri. Khususnya itu mobil yang digunakan oleh presiden,” katanya.

Maung MV3 Garuda Limousine sendiri dirancang dengan tampilan eksklusif dan karakter kuat ala kendaraan militer. Desainnya menggabungkan unsur ketangguhan, keamanan, dan kenyamanan untuk kebutuhan mobilitas kepala negara.

Pilihan Prabowo menggunakan Maung juga memperlihatkan konsistensinya memakai kendaraan tersebut sejak resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024.

2. Maung jadi perhatian di Filipina

-
Potret rantis maung Prabowo Subianto di KTT ASEAN di Cebu. (Dok. Sekretariat Presiden).

Sejak pertama kali melintas di jalanan Cebu, Maung langsung menarik perhatian warga sekitar lokasi konferensi. Tampilan kendaraan yang berbeda dari mobil kenegaraan pada umumnya membuat banyak orang menoleh.

“Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina,” kata Alex, warga setempat, seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Tidak hanya dari sisi desain, kendaraan tersebut juga mendapat penilaian positif terkait aspek keamanan dan fungsi operasionalnya.

“Saya rasa kendaraan ini sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia,” ujar Kathrine, salah satu personel keamanan yang bertugas dalam pengamanan KTT ASEAN ke-48.

Kehadiran Maung di Filipina sekaligus menjadi etalase tidak langsung bagi produk industri strategis Indonesia di mata negara-negara ASEAN.

Bagi Indonesia, penggunaan kendaraan buatan PT Pindad di forum internasional dinilai memperlihatkan kepercayaan negara terhadap hasil produksi industri pertahanan dalam negeri.

Usai mendampingi Presiden Prabowo selama agenda KTT berlangsung, Maung kembali diterbangkan pulang ke Indonesia menggunakan pesawat Airbus A400M TNI AU.

3. TNI kerahkan alutsista sebagai dukungan untuk KTT ASEAN

Presiden Prabowo bawa mobil Maung ke Filipina hadiri KTT ke-48 ASEAN (dok. Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo bawa mobil Maung ke Filipina hadiri KTT ke-48 ASEAN (dok. Tim Media Presiden)

Selain pengiriman Maung, TNI juga mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara selama pelaksanaan KTT ASEAN di Cebu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan pengerahan itu merupakan bagian dari operasi gabungan rutin TNI untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai situasi di kawasan Asia Tenggara.

“Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, dan respons cepat terhadap kondisi darurat,” ujar Rico dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Sejumlah alutsista yang dikerahkan meliputi lima jet tempur F-16, pesawat Hercules, Airbus A400M, hingga kapal perang seperti KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321, dan KRI RE Martadinata 331.

Menurut Rico, seluruh kegiatan dilakukan secara profesional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Ia juga membantah pengerahan operasi gabungan tersebut dilakukan karena adanya ancaman tertentu selama KTT ASEAN berlangsung. “Operasi gabungan ini tidak dalam konteks adanya ancaman tertentu maupun situasi seperti yang terjadi di masa lalu,” katanya kepada IDN Times.

Rico menegaskan fokus utama operasi adalah memastikan kesiapan dan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More