Nilai tukar rupiah kembali mendapat tekanan hingga menembus level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), Bank Indonesia mencatat kurs rupiah pada 16 Oktober 2026 tembus Rp18.052 per dolar AS, sementara berdasarkan data Bloomberg per Jumat (23/10) ditutup pada level Rp18.080 per dolar AS.
Pelemahan ruupiah ini penting diperhatikan karena nilai tukar memengaruhi biaya impor, harga barang, hingga keputusan investor. Rupiah yang melemah tidak otomatis membuat seluruh perekonomian Indonesia memburuk. Dampaknya bergantung pada seberapa lama tekanan berlangsung, kebutuhan Indonesia terhadap barang impor, serta kemampuan pelaku usaha dan pemerintah mengelola kenaikan biaya.
Berikut empat dampak pelemahan rupiah yang perlu kita pahami.
