[PUISI] Berlalu-Lalang

Langkah-langkah bersilang tanpa pernah saling pandang
Suara berdesak, pikiran ikut bimbang
Wajah-wajah lewat, asing dan cepat menghilang
Aku diam di tengah arus yang terus berlalu-lalang
Kepala penuh gema yang tak sempat kupilah
Setiap bunyi menarik arah yang berbeda
Fokus runtuh sebelum sempat kubangun utuh
Tenggelam oleh riuh yang tak pernah lelah
Mataku mencari hening di antara sorak
Namun keramaian selalu lebih lantang berbicara
Detik berjalan tanpa makna yang sempat kutangkap
Aku ada, tapi pikiranku terpecah ke mana-mana
Di tengah keramaian, aku justru kehilangan arah
Menjadi satu tubuh dengan ribuan gelisah
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















