Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Di Bawah Atap Petang

[PUISI] Di Bawah Atap Petang
ilustrasi menjelang gelap (pexels.com/Arif Rahman Tushar)

Siang beranjak pamit meninggalkan
Mempersilakan malam menjamu dengan keheningan
Hiruk-pikuk mulai redam
Menenggelamkan diri di antara kesenyapan

Di bawah naungan langit petang
Tak seharusnya mengagungkan ego dan keangkuhan
Sejenak berlabuh memeluk kepasrahan
Bersimpuh meski di atas sajadah usang

Sudahi riuh redam dan kegelisahan
Tak perlu takut terkepung petang
Keheningan waktu yang mujarab, bukan?
Melambungkan sejuta asa dan harapan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Menahan Senja agar Tak Lekas Jingga

06 Mei 2026, 10:58 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction