Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Natal dan Kupluk Rajutan

[PUISI] Natal dan Kupluk Rajutan
ilustrasi boneka dengan kupluk rajutan (pexels.com/Susanne Jutzeler, suju-foto)
Intinya Sih

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupluk rajutan menutup telinga
Menahan dingin yang tak bernama
Natal datang tanpa salju
Namun hangat tetap terasa nyata

Benangnya berkelindan sederhana
Seperti hari-hari yang dijalani
Tak selalu indah di mata
Namun cukup untuk menguatkan diri

Aku memakainya saat pagi sepi
Menyapa langit yang pucat
Natal mengajarkanku bertahan
Dengan cara yang lembut dan hemat

Ketika kupluk kulepas perlahan
Dingin tak lagi terasa lawan
Sebab kehangatan sejati di Natal
Tinggal lebih lama dari musim

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More
[PUISI] Saling Becermin

[PUISI] Saling Becermin

05 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bisik Pekerja

[PUISI] Bisik Pekerja

04 Jul 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction