Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hawa Memeluk Luka

[PUISI] Hawa Memeluk Luka
Perempuan berdiri di taman bunga. (pexels.com/freestocks.org)
Share Article

Oh, tengoklah perempuan itu
Berjalan terseret-seret enggan berdiri
Tubuh luka-luka, menopang kerak-kerak neraka di Bumi
Tunduk enggan menadahkan rai ke atas
Terombang-ambing, tenggelam di laut ketakutan
Pikirannya teracuni suara-suara yang amat pahit di telinga
Kau ini hanyalah sebongkah batu yang tergeletak di jalanan
Seperti diterjang badai angin, tertampar ombak dan batu karang

Oh, tengoklah perempuan itu
Berdiri di atas menara serupa langit ketiga
Lantang suaranya senada raungan tujuh singa
Tegak, wajahnya penuh kilau cahaya Matahari
Ia menabuh genderang perang
Menyembah percaya pada diri sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Cerita dari Bahari

29 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Rumah yang Salah

[PUISI] Rumah yang Salah

28 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Masa Usang

[PUISI] Masa Usang

26 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Lemah Tapi Kuat

[PUISI] Lemah Tapi Kuat

25 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Secercah Gelisah

[PUISI] Secercah Gelisah

24 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Lumbung Kosong

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction