Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Ingatan Kelam

[PUISI] Ingatan Kelam
ilustrasi kota (unsplash.com/Bagus Ghufron)

Angin malam mulai menghempaskan rindu, yang selalu mengarah ke dirimu.

Apakah kau juga mengalami hal itu?

Kota yang bernama Jakarta seakan mulai sendu, warna-warni yang bersinar malam seketika kelabu.

Apakah egoismu masih sekeras batu?

Gedung-gedung ini menjulang tinggi ke atas, hati pun meronta-ronta kelewatan batas, memungkinkan aku menuliskan namamu sekali lagi di selembar kertas yang sering kau sebut itu sarkas.

Sudah satu setengah tahun pikiranku seperti batu yang keras dan usahaku terbatas. Cuman kamu yang membuatku seperti itu.

Ya, ini hanya untuk dirimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Rizky Mauladi
EditorRizky Mauladi
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Siap, Sungguh, Tahu

08 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction