[PUISI] Kebun yang Ditumbuhi Nama-Nama

Di kebun hatiku tumbuh nama-nama
Berdaun huruf, berakar kenangan
Angin membacanya dengan suara pelan
Seperti doa yang belum menemukan tujuan
Sebagian berbunga rindu
Sebagian gugur sebelum sempat mekar
Namun tanah tidak pernah memilih
Ia menerima semua yang jatuh
Aku berjalan di antara suku kata
Menghindari duri bernama sesal
Memetik satu kelopak keberanian
Untuk kutanam kembali di hari esok
Dan kebun ini terus hidup diam-diam
Menyimpan rahasia di balik warna
Tentang betapa kata pun bisa tumbuh
Jika disiram dengan kejujuran
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















