Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mesin yang Merindukan Jalan

[PUISI] Mesin yang Merindukan Jalan
ilustrasi mobil (pexels.com/trace)

Di sudut garasi berdebu,
sebuah mesin tua berbisik lirih,
tentang jalan panjang yang pernah dilalui.

Ia berkata,
“Bukan kecepatan yang kuingat,
tapi tawa pengendara yang dulu menyalakanku.”

Aku menatap lampunya yang redup,
seolah ada mata yang ingin bercerita.
Mungkin, jika mesin bisa bermimpi,
ia ingin sekali lagi berlari,
bukan untuk balapan,
tapi untuk merasakan angin yang dulu
membuatnya hidup.

Kini, meski berkarat,
ia tetap menyimpan satu rahasia:
setiap perjalanan adalah ingatan,
yang tak pernah benar-benar mati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Harap yang Berkabung

14 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction