Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Amarah yang Terkendali

[PUISI] Amarah yang Terkendali
ilustrasi polisi (pexels.com/Muhammad Renaldi)
Share Article

Jalan penuh dengan kobaran amarah
Bersatu dengan air mata yang perih
Namun api yang dibiarkan tanpa kendali
Hanya meninggalkan abu di tanah sendiri

Angin berhembus membawa petunjuk
Tak semua suara lahir dari kekerasan
Ada yang datang dengan sangat pelan
Mengalir tenang namun menusuk perlahan

Biarlah kita marah dengan bijaksana
Marah yang tak buta oleh hasutan
Sebab bangsa yang besar bukan karena amarahnya
Melainkan karena hatinya yang tetap terkendali

Maka kendalikan bara dalam jiwa
Jadikan ia nyala yang meneguhkan
Agar bangsa ini tetap berdiri tegak
Tanpa terbakar oleh dirinya sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More

[PUISI] Dikelilingi oleh Diri

12 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Satu Persen

[PUISI] Satu Persen

11 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menolak Padam

[PUISI] Menolak Padam

10 Jun 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Ulasan

[PUISI] Ulasan

10 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Jejak di Rute Lama

[PUISI] Jejak di Rute Lama

10 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction