Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mungkin Kita Hanya Bayangan

[PUISI] Mungkin Kita Hanya Bayangan
Potret bayangan (pexels.com/KoolShooters)

Kita adalah terang dan gelap.
Kamu adalah sang mentari, sedang aku sang rembulan.
Kamu ditemani cahaya terangnya, sedang aku bersama gemerlap cahaya rembulan.
Terlihat sama, namun memiliki tugas yang berbeda.

Kamu datang untuk membangunkan insan yang tertidur.
Saat itu aku masih menunggu waktu di ufuk.
Aku datang disaat kamu hilang dimakan waktu.
Aku datang untuk memberi rasa nyaman untuk banyak insan beristirahat.

Kita sebenarnya saling tahu atas keberadaan satu sama lain.
Namun entah mengapa, aku tak dapat melihat hangatnya wajahmu dan kau tak pernah melihat dinginnya tuturku.
Hanya para raga yang diberikan jasad yang selalu melihat kita berdua di waktu yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction