Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rumah Tanpa Masakan Ibu

Sosok ibu
ilustrasi sosok ibu (pexels.com/cottonbro studio)

Pagi hanya menyisakan sunyi di atas meja
Tanpa kepul nasi hangat atau denting spatula
Kompor membeku, kehilangan api yang hangat
Seperti rindu yang diam-diam mulai berkarat

Dapur kini hanya deretan lemari yang bisu
Menyimpan toples bumbu yang kehilangan rindu
Tak ada lagi wangi bawang yang menusuk syahdu
atau pertanyaan lembut, "Sudahkah kau makan, anakku?"

Dinding rumah mendadak terasa lebih dingin
Hanya ada sisa kenangan yang dibawa angin
Sebab rumah bukan sekadar atap yang megah
Tapi hangat masakanmu yang menghidupkan seluruh arah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction
ilustrasi orang yang bekerja dari rumah

[PUISI] Tanda Tanya

09 Feb 2026, 21:07 WIBFiction