Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pelarian ke Langit Malam

[PUISI] Pelarian ke Langit Malam
ilustrasi keindahan kota malam hari (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Aku berlari menembus riuh kota
Lampu-lampu neon jadi bintang buatan
Langkahku tak ingin berhenti sebentar
Seakan dunia tak bisa mengikatku lagi

Di atas gedung aku berdiri tegak
Menatap bulan yang malu-malu
Suara musik dari kafe jalanan
Jadi irama bebas untuk jiwaku

Malam ini aku bukan bayangan
Aku cahaya yang tak bisa dipadamkan
Setiap tawa adalah percikan api
Menghidupkan napas yang hampir padam

Langit malam, bawalah aku pergi
Ke tempat tak ada kata cukup
Hanya mimpi yang berhamburan
Dan aku yang bebas menari di antaranya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Paradoks

23 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kepada Perempuan

[PUISI] Kepada Perempuan

22 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Memetik Purnama

[PUISI] Memetik Purnama

21 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Malaikat Palsu

[PUISI] Malaikat Palsu

21 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bising Amoral

[PUISI] Bising Amoral

20 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menjadi Abadi

[PUISI] Menjadi Abadi

20 Apr 2026, 05:48 WIBFiction