Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Secangkir Rindu

[PUISI] Secangkir Rindu
Ilustrasi Perempuan yang kesepian (pexels.com/pixabay)

Duduk di beranda menjamu senja

Lagi-lagi ditemani secangkir rindu tanpa gula

Aku kesulitan menyesapnya

Terlalu pahit dan sakit

 

Hujan datang tiba-tiba

Hujan menjelma sebuah mantra

Mantra yang memanggil gelakmu di kepala

Secangkir rindu jadi melimpah

 

Mendadak dia menawarkan cangkir yang lain

Cangkir yang bukan berisi pahit dan sakit

Haruskah aku menerimanya?

Atau tetap menunggumu memberikan gulanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Amanda Nurkha
EditorAmanda Nurkha
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bara di Balik Senyum

23 Mar 2026, 07:38 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction