Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sunyi

[PUISI] Sunyi
ilustrasi refleksi pohon (unsplash.com/Ebba)

Akhirnya kita tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu kisah tentang cinta yang sama sekali tidak bisa bersama
Kau tahu mengapa?
Kenyataan bahwa kau mencederainya dengan dusta.

Akhirnya kita tiba pada suatu malam yang sudah lama tidak dirasakannya
Pada suatu kisah rasa sakit yang sangat terasa
Kau tahu mengapa?
Kenyataan bahwa aku masih sangat cinta.

Perasaan ini
Kenyataan ini
Terus-menerus membuat diri mati
Seolah-olah ada yang menghilangkan hati
Seolah-olah tubuh ini tak bisa terkendali, terhadap sunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizky Mauladi
EditorRizky Mauladi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction