Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Sunyi

[PUISI] Sunyi
ilustrasi refleksi pohon (unsplash.com/Ebba)
Share Article

Akhirnya kita tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu kisah tentang cinta yang sama sekali tidak bisa bersama
Kau tahu mengapa?
Kenyataan bahwa kau mencederainya dengan dusta.

Akhirnya kita tiba pada suatu malam yang sudah lama tidak dirasakannya
Pada suatu kisah rasa sakit yang sangat terasa
Kau tahu mengapa?
Kenyataan bahwa aku masih sangat cinta.

Perasaan ini
Kenyataan ini
Terus-menerus membuat diri mati
Seolah-olah ada yang menghilangkan hati
Seolah-olah tubuh ini tak bisa terkendali, terhadap sunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Gambarkan Semesta

[PUISI] Gambarkan Semesta

07 Mei 2021, 21:32 WIB
Editorial Team