Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Teks Tanpa Pengirim

[PUISI] Teks Tanpa Pengirim
ilustrasi HP menyala (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Layar menyala di jam yang sepi,
kata singkat jatuh tanpa janji.
Tak ada nama, tak ada arti,
hanya getar yang diam-diam menghuni.

Hurufnya rapi tapi terasa goyah,
seperti rindu yang takut bersuara.
Kubaca pelan, maknanya basah,
meninggalkan tanya di dada yang pasrah.

Kupikir itu hanya salah kirim,
atau perasaan yang lupa disaring.
Namun jedanya terlalu intim,
seperti rahasia yang ingin berpaling.

Akhirnya kututup tanpa balasan,
membiarkan sunyi jadi jawaban.
Sebab tak semua pesan butuh tujuan,
ada yang cukup hadir lalu hilang perlahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cahaya Tipis di Balik Awan

11 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction