Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Terlalu Sederhana

[PUISI] Terlalu Sederhana
pexels.com
Share Article

Mungkin terlalu sederhana

Bila ku ambil matahari lalu ku selipkan pada saku

Mungkin terlalu sederhana

Bila ku ambil bulan sebagai pengganti lampu rumahku di malam hari

Tidak sesederhana itu,

:

Selamat kepada para pekerja paling diremehkan, tapi paling pertama aku muliakan

Terlalu naïf, bila aku bahagia

Terlalu sadis, bila aku asik dengan ibadahku

Sementara di bawah mereka bertaruh, keringatnya sampai deras mengalir sampai tak tentu hulunya

Sungguh tidak adil bagiku

Mataharipun terkesan jahat pada mereka, seperti dahaga tak punya daya selain meronta, tak punya daya selain melata

Namun, bukan berarti aku benci matahari, bukan salah matahari, bukan pula salah mereka

Bukankah tugas matahari memang memberi terang dan panas, tinggal bagaimana cara kita berteduh lalu mencari kesejukan

Siapakah mereka?

Mungkinkah mereka haus?

Mungkinkah mereka butuh minum?

Ingat, air saja tidak cukup, dahaga bagi mereka bukan sekedar air

Tapi tanah.

Setidaknya tanah mereka tidak kita renggut

Share Article
Topics
Editorial Team
Muhamad Zainal Auli
EditorMuhamad Zainal Auli

Related Articles

See More

[PUISI] Dekat yang Begitu Membentang

27 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gambaran Masa Lalu

[PUISI] Gambaran Masa Lalu

24 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pisau Permata

[PUISI] Pisau Permata

24 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Aku Tidak Peduli

[PUISI] Aku Tidak Peduli

23 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lubang

[PUISI] Lubang

23 Mei 2026, 05:04 WIBFiction