Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tunduk Memulai Perang

ilustrasi perempuan menunduk (pexels.com/Liza Summer)
ilustrasi perempuan menunduk (pexels.com/Liza Summer)

Seakan terlihat memaafkan
Namun sayang itu hanya sebuah cara terpendam
Tak semua orang tahu arah tujuan
Supaya lawan tak mengetahui keinginan

Lupa mengatakan padanya
Bahwa senyumku tulus tampaknya
Hanya diriku sendiri yang tahu keadaannya
Walau sehebat apa pun dirimu kelihatannya

Tunduk bukan memaafkan
Namun pertanda ingin memulai perang
Lembut caraku menyerang
Bahkan mungkin kau tak tahu kapan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maftukhatul Azizah
EditorMaftukhatul Azizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rintik Hujan di Awal Musim

13 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi hakim

[PUISI] Korupsi Antik

12 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi banjir dari atas

[PUISI] Nyanyian Duka

11 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Kalimat Semesta

11 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Monolog

11 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi buku di reruntuhan gedung

[PUISI] Kata Paling Tabu

09 Jan 2026, 05:15 WIBFiction