Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Tunduk Memulai Perang

[PUISI] Tunduk Memulai Perang
ilustrasi perempuan menunduk (pexels.com/Liza Summer)
Share Article

Seakan terlihat memaafkan
Namun sayang itu hanya sebuah cara terpendam
Tak semua orang tahu arah tujuan
Supaya lawan tak mengetahui keinginan

Lupa mengatakan padanya
Bahwa senyumku tulus tampaknya
Hanya diriku sendiri yang tahu keadaannya
Walau sehebat apa pun dirimu kelihatannya

Tunduk bukan memaafkan
Namun pertanda ingin memulai perang
Lembut caraku menyerang
Bahkan mungkin kau tak tahu kapan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Sayang Sekali

[PUISI] Sayang Sekali

17 Apr 2024, 05:04 WIB
Editorial Team