Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tunduk Memulai Perang

[PUISI] Tunduk Memulai Perang
ilustrasi perempuan menunduk (pexels.com/Liza Summer)

Seakan terlihat memaafkan
Namun sayang itu hanya sebuah cara terpendam
Tak semua orang tahu arah tujuan
Supaya lawan tak mengetahui keinginan

Lupa mengatakan padanya
Bahwa senyumku tulus tampaknya
Hanya diriku sendiri yang tahu keadaannya
Walau sehebat apa pun dirimu kelihatannya

Tunduk bukan memaafkan
Namun pertanda ingin memulai perang
Lembut caraku menyerang
Bahkan mungkin kau tak tahu kapan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maftukhatul Azizah
EditorMaftukhatul Azizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia

10 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction