Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Memahat Batu Kehidupan

ilustrasi memahat batu (pixabay.com/Matteo Orlandi)
ilustrasi memahat batu (pixabay.com/Matteo Orlandi)

Lentera malam mulai meredup
Menemaniku yang menyendiri
Bertanya-tanya apa arti hidup
Perlukah aku menarik diri?

Mengapa aku membuat kesalahan?
Di saat semua seharusnya baik-baik saja
Kini hancur tanpa terlihat sedikit harapan
Menyesal pun sudah percuma

Tidak ada yg lebih menyakitkan
Selain membenci diri sendiri
Hingga kedua kaki ini kelelahan
Aku ingin berjalan dengan percaya diri

Biar kunyalakan kembali lentera itu
Dengan sedikit percikan semangat
Menerangi ruangan penuh batu
Batu kehidupan yang siap dipahat 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Tertawa di Atas Puing

15 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi kertas putih

[PUISI] Halaman Kosong

14 Jan 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi perempuan membaca buku di laut

[PUISI] Tabu

14 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih

[PUISI] Sebuah Penantian

13 Jan 2026, 17:57 WIBFiction
ilustrasi hakim

[PUISI] Korupsi Antik

12 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi banjir dari atas

[PUISI] Nyanyian Duka

11 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Kalimat Semesta

11 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Monolog

11 Jan 2026, 05:15 WIBFiction