Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Wadah yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Air Fryer, Bisa Berbahaya!

6 Wadah yang Tidak Boleh Dimasukkan ke Air Fryer, Bisa Berbahaya!
ilustrasi menggunakan air fryer (freepik.com/vecstock)
Share Article

Air fryer kini menjadi salah satu peralatan dapur yang banyak digunakan karena praktis dan mampu membantu memasak berbagai jenis makanan dengan lebih sedikit minyak. Berkat teknologi sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi, alat ini dapat menghasilkan tekstur makanan yang renyah tanpa harus digoreng secara konvensional. Tak heran jika air fryer menjadi andalan banyak orang untuk menyiapkan hidangan sehari-hari dengan lebih cepat dan mudah.

Meski terlihat sederhana, penggunaan air fryer tetap memerlukan perhatian, terutama dalam memilih wadah yang digunakan. Tidak semua jenis wadah mampu menahan suhu tinggi atau aman berada di dalam ruang memasak air fryer. Kesalahan memilih wadah bukan hanya membuat makanan matang tidak merata, tetapi juga berisiko merusak alat, memicu kebakaran, hingga mencemari makanan dengan zat berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis wadah yang sebaiknya tidak pernah dimasukkan ke dalam air fryer agar proses memasak tetap aman dan hasilnya maksimal.

1. Wadah plastik

ilustrasi stoples plastik
ilustrasi stoples plastik (freepik.com/freepik)

Wadah plastik merupakan benda yang paling tidak disarankan masuk ke dalam air fryer. Suhu kerja air fryer bisa mencapai sekitar 200 derajat Celsius, jauh lebih tinggi daripada batas ketahanan sebagian besar plastik.

Ketika terkena panas berlebih, plastik dapat meleleh dan meninggalkan noda lengket yang sulit dibersihkan. Yang lebih mengkhawatirkan, plastik yang meleleh juga berpotensi melepaskan senyawa kimia berbahaya yang dapat mencemari makanan. Hal yang sama berlaku untuk tutup plastik, kantong plastik, plastik pembungkus makanan, maupun wadah penyimpanan makanan biasa.

2. Wadah kaca biasa

ilustrasi jar kaca
ilustrasi jar kaca (freepik.com/rawpixel.com)

Masih banyak orang yang mengira semua wadah kaca tahan panas, padahal kenyataannya tidak demikian. Sebagian besar mangkuk atau wadah kaca biasa bisa pecah ketika terkena perubahan suhu yang sangat cepat. Air fryer menghasilkan panas yang intens dan bersirkulasi dengan cepat. Kondisi ini dapat menyebabkan thermal shock, yaitu perubahan suhu mendadak yang membuat kaca retak atau bahkan pecah.

Kalau pun menggunakan kaca tempered yang berlabel oven safe, hasil masakan belum tentu optimal. Dinding kaca dapat menghambat sirkulasi udara panas sehingga makanan matang tidak merata. Karena alasan tersebut, banyak produsen tetap menyarankan untuk menghindari penggunaan wadah kaca di dalam air fryer.

3. Tisu dapur atau paper towel

ilustrasi tisu dapur
ilustrasi tisu dapur (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sebagian orang melapisi keranjang air fryer dengan tisu dapur agar minyak lebih mudah terserap. Sayangnya, cara ini justru berbahaya. Sirkulasi udara yang kuat di dalam air fryer dapat membuat tisu terangkat dan beterbangan.

Jika sampai menyentuh elemen pemanas, tisu berisiko terbakar dan memicu kebakaran kecil di dalam alat. Selain tidak memberikan manfaat berarti terhadap hasil masakan, penggunaan tisu dapur juga menambah risiko yang sebenarnya bisa dihindari.

4. Aluminium foil yang digunakan sembarangan

ilustrasi aluminium foil
ilustrasi aluminium foil (pixabay.com/RitaE)

Aluminium foil memang bisa digunakan di air fryer, tetapi penggunaannya harus benar. Kesalahan yang sering dilakukan adalah menutupi seluruh dasar keranjang menggunakan aluminium foil. Cara ini menghalangi aliran udara panas yang menjadi kunci utama cara kerja air fryer, sehingga makanan matang tidak merata.

Selain itu, aluminium foil yang tidak ditahan oleh makanan dapat terbang akibat hembusan udara dan mengenai elemen pemanas. Kondisi tersebut berpotensi merusak air fryer atau bahkan menyebabkan kebakaran. Jika ingin menggunakan aluminium foil, pastikan hanya menutupi sebagian area yang diperlukan, tidak menghambat sirkulasi udara, dan selalu diberi beban berupa makanan di atasnya.

5. Piring logam yang menutup seluruh keranjang

ilustrasi piring logam
ilustrasi piring logam (pexels.com/www.kaboompics.com)

Tidak semua wadah logam aman dipakai di dalam air fryer. Piring logam yang padat dan menutupi seluruh bagian keranjang justru menghambat aliran udara panas. Akibatnya, bagian bawah makanan sulit terkena panas sehingga tingkat kematangannya menjadi tidak merata. Makanan bisa matang di bagian atas, tetapi masih kurang matang di bagian bawah. Air fryer bekerja dengan prinsip mengalirkan udara panas ke seluruh permukaan makanan. Jika aliran udara terhalang, keunggulan alat ini pun tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

6. Cetakan silikon yang terlalu ringan

ilustrasi cetakan silikon
ilustrasi cetakan silikon (unsplash.com/Shubham Dhage)

Cetakan silikon khusus memang cukup populer digunakan untuk membuat muffin, telur, atau kue di air fryer. Namun, ukurannya yang ringan juga bisa menjadi masalah. Jika cetakan silikon tidak diisi makanan atau tidak cukup berat, hembusan udara panas dapat membuatnya bergeser bahkan terangkat. Hal ini berisiko mengganggu proses memasak, bahkan bisa mengenai elemen pemanas. Karena itu, pastikan cetakan silikon selalu terisi bahan makanan atau cukup berat agar tetap berada di tempat selama proses memasak berlangsung.

Agar memasak lebih aman, gunakan aksesori yang memang direkomendasikan untuk air fryer, seperti keranjang bawaan, loyang logam khusus, cetakan silikon tahan panas, atau kertas roti (parchment paper) khusus air fryer yang diberi beban oleh makanan. Selain memilih wadah yang tepat, hindari memenuhi keranjang secara berlebihan agar udara panas tetap dapat bersirkulasi dengan baik. Dengan begitu, makanan matang lebih merata, teksturnya renyah, dan risiko kerusakan pada air fryer pun bisa diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Bolehkah Makan Buah saat Diet Keto? Ini Penjelasan Lengkapnya

26 Jun 2026, 19:58 WIBFood