Cara Menggunakan Garam Himalaya, Buat Bikin Steak sampai Kue

- Garam Himalaya berasal dari tambang Khewra di Pakistan, memiliki warna merah muda khas karena oksidasi zat besi dan kandungan mineral seperti kalsium, kalium, serta magnesium.
- Garam ini bisa digunakan untuk berbagai masakan, mulai dari bumbu daging dan ikan, memanggang sayuran, hingga campuran adonan kue agar rasa lebih seimbang dan kompleks.
- Dalam proses mengasinkan daging atau ikan, garam Himalaya membantu menjaga kelembapan serta memperkaya cita rasa dengan tambahan rempah seperti rosemary atau bawang putih.
Garam Himalaya kini makin populer, bukan cuma karena warnanya yang cantik, tapi juga karena dianggap punya manfaat lebih dibanding garam biasa. Banyak orang mulai menggunakannya untuk berbagai kebutuhan, mulai dari memasak sampai perawatan tubuh. Namun, biar manfaatnya terasa maksimal, penting juga tahu cara menggunakan garam Himalaya dengan tepat.
Penggunaan garam himalaya sebenarnya bisa cukup fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Mulai dari menambahkan sedikit ke dalam masakan, mencampurkannya untuk minuman tertentu, sampai untuk bikin kue. Yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini, siapa tahu bisa langsung kamu praktikkan di rumah.
1. Apa itu garam himalaya?

Garam himalaya adalah jenis garam batu yang ditambang dari tambang garam Khewra di Pakistan. Seperti garam lainnya yang biasa, garam ini memiliki kandungan mineral yang beragam, seperti kalsium, kalium, magnesium, dan terkadang terdapat seng dan besi. Menariknya, garam merah muda ini tersedia dalam berbagai ukuran butiran, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.
Warna merah mudanya yang khas membuat garam himalaya mudah dikenali dan banyak diminati. Dilansir WebMD, warna unik tersebut berasal dari proses oksidasi zat besi yang terkandung di dalamnya.
Nah, jika dilihat dari kandungan natrium, perbedaan antara garam himalaya dan garam meja tidak terlalu jauh. Dalam satu sendok teh garam meja biasa terdapat sekitar 2.300 miligram natrium yang juga merupakan jumlah asupan harian yang direkomendasikan. Sementara itu, dalam takaran yang sama, garam Himalaya mengandung sekitar 2.200 miligram natrium.
2. Garam himalaya untuk bumbu masak ikan dan daging

Salah satu cara paling umum menggunakan garam Himalaya adalah sebagai bumbu saat mengolah daging atau ikan. Baik saat memanggang ikan maupun memasak steak, garam tersebut bisa memberikan rasa asin yang lebih lembut dan seimbang. Hasilnya, cita rasa alami bahan makanan tetap terasa tanpa tertutup oleh rasa asin yang terlalu kuat.
Untuk menggunakannya, kamu cukup menaburkan garam himalaya di atas daging atau ikan sebelum dimasak. Selain itu, garam juga bisa dimanfaatkan dalam bentuk balok untuk memanggang langsung di atasnya, sehingga memberikan sensasi rasa yang lebih khas. Cara ini sering dipilih karena mampu meningkatkan aroma sekaligus menghadirkan pengalaman memasak berbeda.
Perlu diingat, jika digunakan saat suhu tinggi, balok garam himalaya mungkin akan berubah warna menjadi putih di beberapa bagian. Kondisi ini sebenarnya normal dan gak perlu dikhawatirkan. Setelah dingin nanti, warna garamnya akan kembali seperti semula dan tetap bisa digunakan kembali.
3. Garam himalaya untuk memasak sayuran

Garam Himalaya bisa jadi pilihan menarik untuk memanggang sayuran. Cara pakainya gampang, yaitu dengan melumuri sayuran menggunakan sedikit minyak zaitun, lalu taburi garam Himalaya sebelum dipanggang. Hasilnya, sayuran akan terasa lebih gurih dengan sentuhan rasa asin yang ringan dan gak berlebihan.
Beberapa jenis sayuran yang sering digunakan antara lain wortel, paprika, zucchini, brokoli, kembang kol, ubi jalar, hingga tomat ceri. Kombinasi sayuran berwarna-warni ini bukan hanya cantik, tetapi turut menghadirkan aneka rasa dan tekstur dalam sekali gigit.
Agar rasanya semakin kaya, kamu juga bisa menambahkan bumbu lain, seperti lada hitam, bubuk bawang putih, atau rempah campuran. Taburkan bumbu-bumbu tersebut secara merata di atas sayuran sebelum dipanggang. Jangan lupa sesuaikan jumlahnya dengan selera supaya hasil akhirnya tetap pas di lidah.
4. Garam himalaya untuk membuat kue

Garam himalaya juga bisa menjadi tambahan yang menarik dalam adonan kue. Dalam proses baking, garam memegang peran penting untuk menyeimbangkan rasa dan memperkuat cita rasa bahan lainnya. Penggunaan garam yang tepat dapat membuat hasil kue terasa lebih kompleks dan tidak hambar.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakannya dalam adonan. Jika menggunakan garam himalaya yang bertekstur kasar, sebaiknya sesuaikan takarannya agar tidak berlebihan. Selain itu, pastikan garam tercampur secara merata dalam adonan supaya rasa yang dihasilkan tetap konsisten di setiap bagian kue.
5. Garam himalaya untuk mengasinkan daging dan ikan

Meski belum umum, seperti garam laut atau garam kosher, garam himalaya bisa jadi pilihan menarik untuk membuat bumbu rendaman daging dan ikan yang lebih lezat. Prosesnya cukup sederhana, yaitu mencampurkan garam dengan air dan berbagai rempah, lalu merendam bahan sebelum dimasak. Cara ini membantu memperkaya rasa sekaligus menjaga tekstur daging atau ikan tetap lembap dan empuk.
Cita rasa garam Himalaya cenderung lebih lembut sehingga gak menutupi rasa asli bahan utama. Karena garam ini tersedia dalam bentuk kristal halus maupun kasar, keduanya bisa digunakan untuk larutan rendaman. Namun, butiran yang lebih kasar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk larut dalam air.
Untuk membuat larutan rendaman, kamu bisa menggunakan sekitar seperempat cangkir garam himalaya per liter air. Agar rasanya semakin kaya, tambahkan rempah seperti rosemary, thyme, atau bawang putih ke dalam campuran. Kombinasi ini akan menghasilkan rasa yang gak sekadar asin, tapi juga kaya dan beraroma yang lebih menggugah selera saat daging atau ikannya dimasak.
Dengan mengantongi berbagai cara menggunakan garam himalaya, kamu jadi lebih leluasa mengeksplorasi rasa dalam setiap masakan. Mulai dari jadi bumbu sederhana sampai teknik membuat kue, semuanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera. Jadi, gak perlu ragu lagi untuk mencoba!


















