Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perbedaan Lontong Tuyuhan dan Lontong Opor, Ternyata Gak Sama!

Perbedaan Lontong Tuyuhan dan Lontong Opor, Ternyata Gak Sama!
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Fhikri Latifi)
Intinya Sih
  • Lontong tuyuhan berasal dari Desa Tuyuhan, Rembang, dan punya identitas khas daerah, berbeda dengan lontong opor yang lebih umum ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
  • Ciri khas lontong tuyuhan terletak pada bentuk lontong segitiga serta kuah santan berbumbu kuat dan sedikit pedas, sedangkan lontong opor berkuah lebih lembut.
  • Lontong tuyuhan biasanya memakai ayam kampung serta dilengkapi tempe dan jeroan, sementara lontong opor umumnya menggunakan ayam potong dengan penyajian lebih sederhana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Opor sudah lama dikenal sebagai salah satu hidangan bersantan yang sering disajikan bersama lontong. Oleh karena itu, ketika orang melihat seporsi lontong tuyuhan dengan ayam dan kuah santan, banyak yang langsung mengira hidangan tersebut sama saja dengan lontong opor.

Sekilas memang terlihat mirip, tetapi sebenarnya keduanya berasal dari latar kuliner yang berbeda, lho. Supaya tidak tertukar, penjelasan berikut membantu kamu melihat perbedaan lontong tuyuhan dan lontong opor.

1. Lontong tuyuhan pertama kali berkembang dari warung makan Desa Tuyuhan

ilustrasi lontong tuyuhan
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Lontong tuyuhan berasal dari Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Nama hidangan ini diambil langsung dari desa tersebut, sehingga identitasnya sangat melekat pada wilayah asalnya. Beberapa warung makan di desa itu mulai menjualnya secara luas sekitar akhir abad ke-20, lalu perlahan dikenal oleh masyarakat yang melintas di jalur Pantura.

Berbeda dengan lontong opor yang tidak terikat pada satu daerah tertentu, menu ini ditemukan di banyak daerah di Jawa dan Indonesia. Opor ayam sudah lama hadir sebagai masakan rumah yang sering disajikan bersama ketupat atau lontong. Karena penyebarannya luas, lontong opor terasa lebih umum dibanding lontong tuyuhan yang identitasnya jelas berasal dari Rembang.

2. Lontong tuyuhan menggunakan lontong berbentuk segitiga

ilustrasi lontong tuyuhan
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Ciri yang paling mudah dikenali dari lontong tuyuhan adalah bentuk lontongnya. Beras dibungkus daun pisang yang telah dilayukan lalu dibentuk segitiga sebelum direbus hingga padat. Bentuk ini membuat potongan lontong terlihat berbeda dari lontong biasa ketika disajikan di piring.

Pada lontong opor, lontong biasanya berbentuk silinder panjang karena dibungkus daun pisang memanjang. Setelah matang, lontong dipotong bulat atau agak tebal, lalu disusun di piring sebelum disiram kuah opor. Perbedaan bentuk tersebut sering menjadi penanda paling cepat untuk membedakan dua hidangan ini.

3. Bumbu kuah lontong tuyuhan terasa lebih kuat

ilustrasi lontong tuyuhan
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Kuah santan pada lontong tuyuhan dikenal cukup kaya rempah. Bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, ketumbar, jinten, kunyit, kencur, lengkuas, serai, serta daun salam, dimasak bersama santan hingga menghasilkan kuah gurih dengan sedikit rasa pedas. Aromanya cukup tajam, sehingga terasa berbeda sejak suapan pertama.

Kuah opor ayam umumnya memiliki rasa yang lebih lembut. Bumbu dasarnya tetap memakai bawang merah, bawang putih, kemiri, serta serai, tetapi komposisi rempahnya tidak sekuat kuah lontong tuyuhan. Hasilnya adalah kuah santan yang gurih dengan rasa lebih ringan.

4. Ayam kampung menjadi bahan utama lontong tuyuhan

ilustrasi lontong tuyuhan
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Lontong tuyuhan biasanya menggunakan ayam kampung yang dimasak langsung bersama kuah santan hingga empuk. Jenis ayam ini memberi rasa kaldu yang lebih kuat, karena dagingnya lebih padat. Potongan ayam kemudian disajikan bersama lontong dan kuah dalam satu piring.

Pada lontong opor, jenis ayam yang digunakan lebih fleksibel. Banyak orang menggunakan ayam potong karena lebih mudah didapat dan waktu memasaknya lebih singkat. Perbedaan bahan ini ikut memengaruhi rasa kuah serta tekstur daging yang dimakan bersama lontong.

5. Penyajian lontong tuyuhan sering dilengkapi tempe dan jeroan

ilustrasi lontong tuyuhan
ilustrasi lontong tuyuhan (commons.wikimedia.org/Candramawa99)

Seporsi lontong tuyuhan biasanya tidak hanya berisi lontong dan ayam. Beberapa warung di Rembang menambahkan tempe, jeroan ayam, dan taburan bawang goreng sebagai pelengkap. Kombinasi ini membuat satu piring terasa lebih penuh dengan berbagai tekstur.

Lontong opor biasanya disajikan lebih sederhana. Isinya umumnya terdiri dari lontong, ayam opor, serta kuah santan, lalu dilengkapi sambal atau kerupuk sesuai selera. Walaupun sama-sama berbahan dasar lontong dan ayam bersantan, penyajiannya terlihat cukup berbeda.

Opor memang sering disandingkan dengan lontong dalam berbagai hidangan. Namun, lontong tuyuhan memiliki identitas sendiri sebagai kuliner khas Rembang dengan bentuk lontong segitiga dan kuah berbumbu lebih kuat. Perbedaan itu membuatnya tidak bisa langsung disamakan dengan lontong opor.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More