Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daging Giling Lebih Mudah Terkontaminasi Bakteri, Ini Alasannya!

5 min read
Daging Giling Lebih Mudah Terkontaminasi Bakteri, Ini Alasannya!
ilustrasi daging giling (magnific.com/valeria-aksakova)
  • Proses penggilingan menyebarkan bakteri dari permukaan ke seluruh daging dan memperluas area kontak dengan alat, tangan, serta udara.

  • Daging giling perlu dimasak hingga suhu internal sekitar 71°C; warna kecokelatan tidak cukup memastikan keamanan, dan adonan mentah sebaiknya tidak dicicipi.

  • Simpan daging mentah segera di kulkas atau freezer, gunakan dalam satu hingga dua hari, serta cegah kontaminasi silang dengan mencuci tangan dan peralatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Daging giling sering jadi pilihan praktis untuk bikin burger, bakso, tumisan, sampai isian makanan lainnya. Namun, teksturnya yang sudah dihancurkan membuat daging ini punya permukaan yang lebih banyak bersentuhan dengan udara, alat, dan tangan selama proses pengolahan. Nah, kondisi tersebut bisa membuat daging giling lebih mudah mengalami kontaminasi bakteri jika penanganannya kurang tepat.

Bukan berarti kamu jadi harus menghindari daging giling, kok, karena yang paling penting justru bagaimana daging tersebut disimpan, diolah, dan dimasak. Saat daging digiling, bakteri yang mungkin awalnya hanya ada di permukaan bisa ikut tersebar ke lebih banyak bagian daging. Nah, kenapa daging giling lebih mudah terkontaminasi dan bagaimana cara mengolahnya supaya tetap aman? Yuk, simak penjelasannya!

  1. 1. Proses penggilingan membuat bakteri lebih tersebar

    ilustrasi menggiling daging
    ilustrasi menggiling daging (magnific.com/mdjaff)

    Dalam daging utuh, bakteri yang mungkin ada biasanya berada di lapisan luar, sehingga bagian dalamnya cukup terlindungi. Ketika daging dimasukkan ke dalam mesin penggiling, lapisan tersebut hancur dan bercampur ke seluruh daging. Inilah mengapa bakteri yang awalnya hanya ada di permukaan dapat menyebar ke bagian dalam daging yang sudah digiling.

    Situasi ini membuat daging giling perlu dimasak dengan lebih teliti dibandingkan dengan potongan daging utuh. Misalnya, untuk mengetahui apakah bagian tengah burger atau patty sudah matang hanya dengan melihat warnanya saja tidaklah cukup. Penggunaan termometer untuk makanan jauh lebih dapat diandalkan, dan untuk daging giling sapi, CDC merekomendasikan agar suhu internal mencapai 160°F atau sekitar 71°C.

  2. 2. Pemukaan daging yang lebih banyak mempermudah kontaminasi

    ilustrasi daging yang sudah digiling
    ilustrasi daging yang sudah digiling (magnific.com/magnific)

    Setelah daging digiling, ukurannya berubah menjadi potongan-potongan kecil yang memiliki permukaan lebih banyak. Selama proses ini, daging dapat bersentuhan dengan mesin, wadah, tangan, atau peralatan lain yang mungkin kurang bersih. Jadi, bukan cuma proses penggilingannya yang perlu diperhatikan, tetapi juga kebersihan selama daging ditangani, lho.

    Risiko dapat meningkat kalau daging mentah bersentuhan dengan makanan lain yang sudah siap dikonsumsi. Talenan, pisau, piring, atau tangan yang baru saja menyentuh daging mentah dapat menjadi sarana perpindahan bakteri ke bahan makanan lainnya. Jadi, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan membersihkan alat setelah menangani daging mentah sangat penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

  3. 3. Daging giling mentah tidak sebaiknya dicicipi

    ilustrasi bola daging
    ilustrasi bola daging (pixabay.com/Tjena)

    Sering kali terdapat kebiasaan untuk mencoba sedikit campuran daging sebelum memasaknya untuk memastikan rasa yang pas. Namun, daging giling yang mentah atau setengah matang bisa mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella yang dapat mengakibatkan penyakit akibat makanan. Oleh karena itu, sebaiknya menahan diri untuk mencicipi adonan mentah, meskipun hanya sedikit.

    Memasak daging hingga mencapai suhu yang aman merupakan langkah penting untuk membunuh bakteri tersebut. Untuk daging giling, suhu internal yang dianjurkan adalah sekitar 71°C, dan termometer makanan bisa membantu memastikan bahwa bagian tengahnya sudah mencapai suhu tersebut. Cukup hanya mengandalkan warna kecokelatan saja tidak menjamin daging itu benar-benar aman untuk dimakan, lho.

  4. 4. Penyimpanan juga ikut menentukan keamanannya

    ilustrasi menyimpan bahan makanan di rak dalam kulkas
    ilustrasi menyimpan bahan makanan di rak dalam kulkas (pixabay.com/Pexels)

    Daging giling mentah sebaiknya gak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan karena bakteri bisa berkembang biak dalam kondisi dan suhu yang mendukung. Setelah membeli, segera simpan di dalam kulkas atau freezer, dan kalau diletakkan di kulkas, harus digunakan dalam waktu satu hingga dua hari. Cara yang mudah ini sangat penting, terutama kalau kamu belum memiliki rencana untuk memasaknya dalam waktu dekat.

    Ketika menyimpannya di kulkas, pastikan daging disimpan dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat agar tidak ada cairan yang menetes pada makanan lain. Kalau ingin mencairkannya dari kondisi beku, pindahkan ke dalam kulkas dan hindari mencairkan di atas meja dapur. Langkah kecil seperti ini sering kali dianggap sepele, namun berperan dalam mengurangi risiko kontaminasi selama daging disimpan.

  5. 5. Kebersihan tangan dan peralatan gak boleh disepelekan

    ilustrasi mencuci teflon
    ilustrasi mencuci teflon (freepik.com/freepik)

    Setelah menyentuh daging giling mentah, jangan langsung memegang bahan makanan lain, ponsel, atau peralatan dapur yang akan digunakan untuk makanan matang. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, termasuk setelah memindahkan atau membentuk daging menjadi patty. Kebiasaan ini membantu mencegah bakteri berpindah dari daging mentah ke permukaan atau makanan lain.

    Talenan, pisau, mangkuk, dan piring yang bersentuhan dengan daging mentah juga jangan langsung dipakai untuk makanan matang. Cuci dulu dengan sabun dan air mengalir sampai bersih sebelum digunakan kembali, ya. Sebenarnya menjaga daging giling tetap aman gak ribet kok, asal kebersihan dan cara memasaknya sama-sama diperhatikan.

    Daging giling memang lebih mudah mengalami penyebaran bakteri karena proses penggilingan membuat bakteri dari permukaan daging bisa ikut tersebar ke bagian dalam. Meski begitu, kamu gak perlu menghindarinya selama daging disimpan dengan benar, alat tetap bersih, dan dimasak sampai matang dengan suhu yang aman. Jadi, tetap bisa menikmati olahan daging giling favorit tanpa mengabaikan cara pengolahannya, ya!

    Referensi:

    “Effects of Poor Sanitation Procedures on Cross-Contamination of Animal Species in Ground Meat Products.” Food Control. Diakses September 2026.

    “Salmonella Outbreaks Linked to Beef, United States, 2012–2019.” Emerging Infectious Diseases. Diakses September 2026.

    “The Effect of Different Packaging Systems on the Shelf Life of Refrigerated Ground Beef.” Foods. Diakses September 2026.

    “Incomplete sanitation of a meat grinder and ingestion of raw ground beef: contributing factors to a large outbreak of Salmonella typhimurium infection.” Epidemiology and Infection. Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More