Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Terhindar dari Bakpao Keras, Perhatikan Pengembang
ilustrasi bakpao (pixabay.com/hartono subagio)
  • Pilih resep terpercaya dan ukur bahan secara akurat dengan timbangan digital; kelebihan tepung atau rasio cairan yang tidak seimbang dapat membuat bakpao keras.
  • Pastikan ragi aktif dan gunakan baking powder secukupnya, lalu uleni adonan hingga kalis agar teksturnya lentur, mengembang optimal, dan tidak bantat.
  • Lakukan proofing hingga adonan kira-kira dua kali lipat, kemudian kukus sesuai ukuran selama sekitar 10–15 menit sambil mencegah pengukusan berlebih dan tetesan air tutup panci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau menyebut bakpao, orang Indonesia langsung kepikiran roti kukus berwarna putih yang empuk dan super ringan. Makanan asal China ini memang membekas sekali. Selain cara masaknya berbeda, roti tersebut juga kerap menemani sejak masa kecil.

Untuk mengembalikan momen-momen menyantap bakpao sebagai pengganjal lapar andalan, ada juga yang mencoba membuatnya sendiri supaya lebih puas. Meski begitu, beberapa orang kerap terjebak dengan bakpao keras.

Itu bisa terjadi akibat berbagai faktor. Tapi tenang, ada lima tips terhindar dari bakpao keras yang bisa kamu ikuti di bawah ini, supaya roti kukus tersebut semakin enak dan lembut.

1. Pilih resep terpercaya dan takar dengan hati-hati

ilustrasi buku resep (pexels.com/ready made)

Kalau belum punya resep sendiri, kamu bisa berselancar di internet atau buku resep untuk membuat bakpao yang enak. Pilih resep terpercaya supaya makanan yang kamu buat minim risiko gagal. Perhatikan dengan saksama langkah-langkah yang dituliskan dalam resep supaya hasilnya memuaskan.

Kemudian jangan lupa takar adonan dengan hati-hati. Terkadang bakpao menjadi keras bukan karena resepnya yang salah, tapi karena takaran bahan tidak diukur dengan tepat. Gunakan timbangan digital untuk memperoleh jumlah bahan yang akurat. Soalnya, terlalu banyak tepung atau rasio bahan cair yang tidak seimbang bisa menyebabkan bakpao keras.

2. Pastikan ragi dan baking powder dalam kondisi aktif

ilustrasi ragi (freepik.com/stockking)

Bakpao bisa empuk dan ringan berkat bantuan pengembang. Oleh sebab itu, pengembang harus dalam keadaan aktif saat membuat bakpao. Lakukan tes sederhana, seperti melarutkan ragi di air hangat. Bila berbusa, artinya ragi masih aktif, sedangkan bila tidak ada perubahan, maka kualitas ragi bisa dikatakan menurun atau mati.

Supaya bakpao mengembang maksimal dan tidak kempis, padukan penggunaan ragi bersama baking powder. Selain empuk, pemakaian pengembang ini bisa membuat bakpao lebih lentur. Pengembang jangan dipakai kebanyakan supaya aroma dan rasa bakpao tidak berubah menjadi asam atau pahit.

3. Uleni adonan sampai kalis agar bisa mengembang optimal

ilustrasi menguleni adonan (pixabay.com/congerdesign)

Proses menyatukan adonan juga bisa menentukan tekstur bakpao setelah matang. Biar lembut dan mengembang optimal, adonan perlu diuleni sampai kalis. Ciri-cirinya, adonan tidak lengket lagi, permukaan adonan mulus, dan teksturnya juga lentur.

Selain praktis karena dikukus, adonan bakpao juga bisa diuleni pakai tangan. Dengan begitu, orang yang tidak punya alat baking lengkap pun, bisa membuatnya sendiri di rumah. Faktor yang terpenting adalah sabar dan cermat. Kalau tidak diuleni dengan baik, adonan bisa keras dan bantat setelah dikukus nanti.

Gunakan teknik tarik dan dorong, atau lakukan seperti gerakan mencuci baju di atas alas datar. Memang bisa memakan waktu agak panjang, tetapi efektif menghasilkan adonan yang bagus dan kalis.

4. Hindari proofing berlebihan pada adonan

proses proofing adonan (pexels.com/Felicity Tai)

Sama seperti beragam jenis roti, bakpao juga perlu di-proofing untuk mendapatkan tekstur lembut dan mengembang sempurna. Bahan ini perlu diistirahatkan beberapa kali, seperti saat adonan baru selesai diuleni sampai kalis dan setelah dibentuk atau diberi isian.

Jangan melakukan proofing yang terlalu sebentar atau terlalu lama karena adonan tidak dapat mengembang secara optimal dan berpotensi mengeras setelah dikukus nanti. Istirahatkan sampai adonan mengembang kurang lebih dua kali lipat saja. Saat ditekan pakai ujung jari, adonan kembali secara perlahan.

5. Kukus bakpao secukupnya agar tidak keras atau keriput

Ilustrasi bakpao kukus (pixabay.com/JUNO KWON)

Mengukus bakpao juga perlu diperhatikan dengan saksama. Bila ukuran adonan kecil, maka bakpao bisa dikukus kurang lebih 10 menit. Jika ukurannya besar, maka bisa dimasak kurang lebih 12-15 menit. Ini perlu diperhatikan untuk memastikan adonan mengembang maksimal dan tidak kempis setelah matang.

Sering kali bakpao mengeras karena proses memasak yang sembrono. Seperti waktu pengukusan terlalu lama atau air dari tutup panci menetes pada adonan. Jadi, perhatikan proses memasak dengan baik untuk hasil yang optimal.

Menghindari bakpao keras bisa dilakukan mulai dari pemilihan resep, penimbangan adonan, pengulenan, sampai waktu pengukusan. Meskipun lebih sederhana daripada roti panggang, bakpao yang dibuat tanpa perhitungan rentan keras, keriput, bahkan kurang enak. Adanya tips agar terhindar dari bakpao keras memungkinkanmu mendapatkan roti yang empuk dan lembut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article