Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Strategi Ubah Jalan Kaki Biasa Jadi Olahraga Kardio yang Efektif
ilustrasi olahraga, jalan kaki (magnific.com/freepik)
  • Jalan kaki bisa jadi olahraga kardio efektif bila dilakukan dengan intensitas cukup, seperti mempercepat langkah atau memilih rute menanjak agar detak jantung masuk zona latihan aerobik.
  • Memahami zona detak jantung dan menambahkan interval intensitas tinggi membantu meningkatkan kapasitas jantung serta membuat sesi jalan kaki lebih bervariasi dan menantang.
  • Konsistensi tetap kunci utama karena penelitian menunjukkan berjalan sekitar 5.000 langkah per hari sudah menurunkan risiko kematian dini dan penyakit kardiovaskular.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas ringan yang bisa dilakukan siapa saja. Padahal, kalau dilakukan dengan cara yang tepat, jalan kaki juga bisa menjadi olahraga kardio yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh. Kuncinya bukan sekadar berapa lama kamu berjalan, tapi juga seberapa besar tubuh bekerja selama aktivitas tersebut.

Beberapa penyesuaian sederhana, seperti meningkatkan kecepatan atau memilih rute yang menanjak, sudah bisa membuat latihan menjadi lebih efektif. Jadi, kalau selama ini kamu rutin jalan kaki tapi ingin mendapatkan manfaat kardio yang lebih maksimal, ada beberapa strategi yang layak dicoba.

1. Tingkatkan intensitas jalan kaki

ilustrasi jalan kaki di tanjakan (magnific.com/wirestock)

Gak semua jalan kaki otomatis masuk kategori olahraga kardio. Terapis fisik WAVE Physical Therapy & Pilates di Cincinnati, Ohio, Molly Gearin menjelaskan bahwa jalan kaki baru bisa dianggap sebagai latihan kardio apabila aktivitas tersebut mampu meningkatkan detak jantung hingga masuk ke zona latihan aerobik. Sebaliknya, berjalan santai biasanya belum cukup memberikan rangsangan yang optimal untuk sistem kardiovaskular.

Supaya intensitasnya meningkat, cobalah mempercepat langkah hingga napas terasa lebih berat, tapi kamu masih bisa mengobrol singkat. Kamu juga bisa memilih jalur yang memiliki tanjakan atau permukaan yang sedikit menantang. Cara sederhana ini membuat jantung bekerja lebih keras tanpa harus beralih ke olahraga yang lebih berat.

2. Kenali zona detak jantung saat berolahraga

ilustrasi detak jantung, kesehatan jantung (magnific.com/onlyyouqj)

Kalau ingin menjadikan jalan kaki sebagai latihan kardio, memahami zona detak jantung bisa sangat membantu. Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, kamu bisa memperkirakan detak jantung maksimal dengan rumus 220 dikurangi usia. Setelah itu, kamu dapat menyesuaikan intensitas latihan sesuai target kebugaran yang ingin dicapai.

Zona 2, yaitu sekitar 60–70 persen dari detak jantung maksimal, umumnya cocok untuk membangun daya tahan tubuh sekaligus membantu pembakaran lemak. Sementara itu, jika sesekali ingin meningkatkan kapasitas jantung, kamu dapat mencoba mencapai sekitar 80 persen dari detak jantung maksimal dalam durasi singkat. Jika memiliki jam tangan pintar atau alat pemantau detak jantung, manfaatkan perangkat tersebut agar latihan terasa lebih terarah.

3. Sisipkan interval intensitas tinggi

ilustrasi olahraga jalan kaki (magnific.com/fxquadro)

Kalau kamu sudah terbiasa berjalan dengan kecepatan stabil, cobalah menambahkan interval intensitas tinggi. Molly Gearin menyarankan untuk menyisipkan fase berjalan lebih cepat atau menanjak hingga mencapai sekitar 80 persen dari detak jantung maksimal selama satu hingga empat menit. Setelah itu, kembali ke kecepatan normal sebagai masa pemulihan sebelum mengulang interval berikutnya.

Metode ini membuat tubuh mendapatkan tantangan yang lebih besar dibanding berjalan dengan kecepatan yang sama sepanjang waktu. Selain membantu meningkatkan kebugaran jantung, latihan interval juga membuat sesi jalan kaki terasa lebih bervariasi sehingga jadi gak gampang bosan. Kamu pun bisa menyesuaikan jumlah interval sesuai kemampuan tubuh.

4. Jadikan jalan kaki bagian dari rutinitas olahraga

ilustrasi olahraga angkat beban (magnific.com/jcomp)

Jalan kaki memang memberikan manfaat kesehatan yang besar, tapi bukan berarti harus menjadi satu-satunya bentuk olahraga yang kamu lakukan. Molly Gearin menyampaikan bahwa jalan kaki sebaiknya dikombinasikan dengan latihan kekuatan agar manfaat bagi kesehatan jantung dan kebugaran tubuh menjadi lebih optimal. Kombinasi ini juga membantu melatih otot sekaligus menjaga kemampuan fisik dalam jangka panjang.

Kamu bisa menggunakan jalan kaki sebagai pemanasan sebelum latihan utama atau pendinginan setelah selesai berolahraga. Selain itu, jalan kaki juga cocok dilakukan saat ingin mengurangi stres atau sekadar menikmati waktu bersama teman dan keluarga. Dengan begitu, aktivitas ini memberikan manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental.

5. Konsisten karena setiap langkah tetap bermanfaat

ilustrasi jalan kaki (magnific.com/freepik)

Meski belum selalu mencapai intensitas kardio, berjalan kaki tetap lebih baik daripada gak bergerak sama sekali. Menurut penelitian dalam European Journal of Preventive Cardiology, meta-analisis pada tahun 2023 menemukan bahwa berjalan sekitar 5.000 langkah per hari sudah berkaitan dengan penurunan risiko kematian dini. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa setiap tambahan 500 langkah per hari dikaitkan dengan penurunan sekitar 7 persen risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Menurut penelitian dalam Annals of Internal Medicine, orang yang berjalan dalam durasi lebih lama memiliki risiko kematian dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibanding mereka yang mengumpulkan langkah dalam waktu singkat dan terputus-putus. Temuan ini menunjukkan bahwa konsistensi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Jadi, jangan berkecil hati jika belum mampu berjalan cepat setiap hari karena kebiasaan aktif tetap memberikan manfaat bagi tubuh.

Jalan kaki merupakan olahraga sederhana yang bisa memberikan manfaat besar apabila dilakukan dengan strategi yang tepat. Mulai dari meningkatkan intensitas, memahami zona detak jantung, hingga menambahkan interval cepat, semua langkah tersebut dapat membantu mengubah jalan kaki biasa menjadi latihan kardio yang lebih efektif.

Meski begitu, kamu juga sebaiknya mengombinasikan jalan kaki dengan jenis olahraga lain agar kebugaran tubuh berkembang lebih optimal. Hal paling penting, tetaplah bergerak secara konsisten karena setiap langkah yang kamu ambil merupakan investasi untuk kesehatan jantung dan tubuh di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article