Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Orang dengan Artritis Tetap Dianjurkan Berolahraga?
ilustrasi pasien artritis berolahraga (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Olahraga teratur dan bertahap membantu pasien artritis menjaga kelenturan sendi, mengurangi kekakuan, memperkuat otot penopang, serta mempertahankan kemampuan beraktivitas sehari-hari.

  • Aktivitas fisik dapat membantu mengelola berat badan, mengurangi tekanan pada lutut dan pinggul, serta mendukung kebugaran jantung-paru, tidur, keseimbangan, dan suasana hati.

  • Pasien dianjurkan memilih latihan rentang gerak, penguatan otot, aerobik berdampak rendah, atau olahraga air sesuai kondisi; intensitas perlu dikurangi saat nyeri berat dan dikonsultasikan bila ragu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi pasien artritis, menggerakkan sendi yang nyeri bisa bikin khawatir, bahkan dihindari. Tak sedikit orang memilih lebih banyak beristirahat karena khawatir aktivitas fisik akan memperparah kerusakan sendi. Padahal, terlalu lama tidak bergerak justru dapat membuat sendi makin kaku dan otot melemah.

Karena itu, dokter dan fisioterapis umumnya tetap menganjurkan pasien artritis untuk berolahraga sesuai kondisi tubuhnya. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan bertahap dapat membantu menjaga kelenturan sendi, mengurangi kekakuan, memperkuat otot, serta mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

Lalu, mengapa orang dengan artritis tetap dianjurkan berolahraga meski persendiannya terasa nyeri?

1. Membantu menjaga kekuatan otot di sekitar sendi

Artritis menyebabkan peradangan atau gangguan pada sendi yang dapat menimbulkan nyeri, bengkak, dan kekakuan. Saat nyeri membuat seseorang jarang bergerak, otot di sekitar sendi bisa melemah. Akibatnya, sendi kehilangan sebagian dukungan yang dibutuhkan untuk menopang tubuh saat bergerak.

Olahraga membantu menjaga dan meningkatkan kekuatan otot tersebut. Otot yang lebih kuat dapat menopang sendi dengan lebih baik sehingga beban saat berjalan, berdiri, menaiki tangga, atau mengangkat barang dapat terbagi lebih merata.

Selain itu, latihan penguatan dapat membantu menjaga stabilitas sendi dan memudahkan orang dengan artritis menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, jenis dan intensitas latihan perlu disesuaikan dengan sendi yang terdampak serta tingkat keparahan penyakit.

2. Mengurangi kekakuan dan membantu meredakan nyeri

Salah satu keluhan yang sering dialami oleh pasien artritis adalah kekakuan sendi, terutama setelah lama tidak bergerak, misalnya saat bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu lama. Akibatnya, gerakan sederhana pun bisa terasa lebih sulit.

Gerakan ringan dan latihan rentang gerak dapat membantu menjaga kelenturan sendi. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas fisik juga membantu mempertahankan kemampuan tubuh untuk bergerak dengan lebih nyaman. Karena itu, meski istirahat tetap penting, terlalu banyak beristirahat justru dapat memperparah kekakuan.

Namun, orang dengan artritis juga tidak dianjurkan memaksakan diri. Jika nyeri sedang berat atau suatu gerakan membuat keluhan semakin parah, intensitas olahraga sebaiknya dikurangi atau diganti dengan aktivitas yang lebih sesuai.

3. Membantu menjaga berat badan tetap sehat

ilustrasi menimbang berat badan (magnific.com/rawpixel.com)

Berat badan juga berperan dalam pengelolaan artritis, terutama osteoartritis yang menyerang sendi penopang tubuh seperti lutut dan pinggul. Kelebihan berat badan dapat menambah beban pada sendi sehingga aktivitas sehari-hari, seperti berjalan dan berdiri, terasa lebih berat.

Olahraga membantu membakar energi dan mempertahankan massa otot. Jika dipadukan dengan pola makan yang seimbang, aktivitas fisik juga dapat membantu mengelola berat badan dan mengurangi tekanan pada sendi.

Bahkan, penurunan berat badan dalam jumlah kecil pun dapat memberi manfaat bagi sebagian pasien osteoartritis yang memiliki berat badan berlebih. Tujuannya bukan untuk mencapai bentuk tubuh tertentu, melainkan mengurangi beban pada sendi dan menjaga kemampuan bergerak.

Meski demikian, berat badan tidak hanya dipengaruhi oleh olahraga. Pola makan, kualitas tidur, kondisi kesehatan, dan pengobatan yang dijalani juga berperan penting.

4. Menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan

Manfaat olahraga bagi pasien artritis tidak hanya terbatas pada kesehatan sendi. Aktivitas fisik juga dapat membantu menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, meningkatkan keseimbangan, serta mendukung kesehatan mental.

Nyeri yang berlangsung lama sering mengganggu tidur dan membuat seseorang menjadi kurang aktif. Jika terus berlanjut, orang dengan artritis mungkin semakin jarang bersosialisasi atau melakukan aktivitas yang disukai. Kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati dan menurunkan kualitas hidup.

Olahraga yang dilakukan sesuai kemampuan dapat membantu memutus siklus tersebut. Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga stamina, mendukung kualitas tidur, dan memperbaiki suasana hati.

Pada pasien artritis reumatoid, yang merupakan penyakit autoimun, olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mendukung kesehatan secara keseluruhan. Jika dilakukan dengan program yang tepat, olahraga umumnya tidak memperburuk aktivitas penyakit maupun kerusakan sendi. Namun, jenis dan intensitas latihan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi peradangan dan gejala yang sedang dialami.

5. Apa saja olahraga yang cocok untuk pasien artritis?

Tidak semua olahraga memberikan beban yang sama pada sendi. Karena itu, orang dengan artritis sebaiknya memilih aktivitas yang membantu menjaga kebugaran tanpa memberi tekanan berlebihan pada sendi yang bermasalah.

Beberapa pilihan olahraga yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Latihan rentang gerak. Peregangan dan gerakan sendi ringan membantu menjaga kelenturan serta mengurangi kekakuan.

  • Latihan penguatan otot. Latihan dengan berat badan sendiri, resistance band, atau beban ringan dapat memperkuat otot yang menopang sendi. Intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

  • Olahraga aerobik berdampak rendah. Berjalan kaki, bersepeda, atau berenang dapat membantu meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan jantung tanpa memberi benturan besar pada sendi.

  • Olahraga di air. Daya apung air membantu mengurangi tekanan pada sendi sehingga bergerak bisa terasa lebih nyaman, terutama bagi pasien dengan nyeri lutut atau pinggul.

Pilihan olahraga yang paling sesuai bergantung pada jenis artritis, sendi yang terdampak, tingkat kebugaran, dan preferensi masing-masing. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan program latihan yang tepat.

Kesimpulannya, orang dengan artritis tetap dianjurkan berolahraga karena terlalu lama tidak bergerak dapat memperparah kekakuan sendi, melemahkan otot, dan menurunkan kemampuan tubuh untuk beraktivitas. Sebaliknya, olahraga yang sesuai dapat membantu menjaga kekuatan otot, mempertahankan kelenturan sendi, mengelola berat badan, serta mendukung kesehatan fisik dan mental.

Kuncinya bukan berolahraga sekeras mungkin atau mengabaikan rasa sakit, melainkan tetap aktif secara konsisten sesuai kemampuan tubuh. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan menyesuaikannya dengan kondisi sendi, pasien tetap bergerak dengan nyaman dan menjaga kualitas hidupnya.

Referensi

Arthritis Foundation. Diakses pada Oktober 2026. "Exercise and Strength Training With Arthritis."

Arthritis UK. Diakses pada Oktober 2026. "Why is Exercise Important for People with Arthritis?"

Centers fo Disease Control and Prevent. Diakses pada Oktober 2026. "About Physical Activity and Arthritis."

Harvard Health Publishing. Diakses pada Oktober 2026. "Get Moving to Manage Arthritis."

Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2026. "Exercise Helps Ease Arthritis Pain and Stiffness."

Curated For You

Editorial Team

Related Article