Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sulit BAB saat Traveling? Tenang, Ini 7 Penjelasan Medisnya tentangnya

Sulit BAB saat Traveling? Tenang, Ini 7 Penjelasan Medisnya tentangnya
unsplash.com/averieclaire
Share Article

Traveling adalah salah satu hal menyenangkan yang semakin banyak digandrungi masyarakat terutama kawula muda. Bahkan untuk mewujudukan kegiatan ini, tak jarang seseorang sampai menabung habis-habisan dan mempersiapkan banyak hal demi pengalaman yang maksimal.

Namun, traveling juga bukannya selalu berjalan mulus. Salah satu kendala yang paling sering ditemui oleh traveler adalah susah buang air besar. Hmmm... mengapa demikian, ya?

  1. 1. Kamu tidak sendiri

    unsplash.com/goian
    unsplash.com/goian

    Kalau kamu mengalami konstipasi saat sedang asyik traveling, tenang saja, kamu tidak sendiri. Menurut ahli gastroenterologi Edwin Levine mD, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 40 persen para traveler mengalami konstipasi saat sedang liburan.

  2. 2. Rutinitas yang berbeda

    unsplash.com/fra99
    unsplash.com/fra99

    Dr. Levine mengatakan bahwa kondisi ini terjadi dikarenakan perubahan jadwal dan rutinitas. Saat sedang melakukan perjalanan, kamu mungkin jadi duduk atau mengeksplorasi tempat lebih sering, jadwal makan jadi tak teratur, jadwal ke kamar mandi jadi tak sama, dan sebagainya. Intinya, saat rutinitasmu berubah, maka tubuh juga akan turut berubah.

  3. 3. Berhenti mendengarkan tubuh sendiri

    unsplash.com/von_co
    unsplash.com/von_co

    Dalam hari-hari biasa, kamu cenderung lebih menaruh perhatian terhadap sinyal yang diberikan tubuh termasuk saat kebelet untuk BAB. Namun saat kamu sedang menikmati pemandangan atau bermain di pantai misalnya, tentu yang seperti itu bisa ditunda atau bahkan tak disadari sama sekali. Pada banyak kasus, traveler juga kerap tak menyadari bahwa dirinya sedang konstipasi.

  4. 4. Tak dapat relaks di toilet asing

    unsplash.com/timmosholder
    unsplash.com/timmosholder

    Saat BAB, kamu tentu harus berada dalam kondisi yang tenang. Namun ketika berada dalam toilet baru yang dirasa asing, ketidaknyamanan bisa muncul dan mengganggu pikiran. Belum lagi bila toilet yang ditemui tidak cukup bersih dan sesuai dengan standarmu, kamu pun jadi makin sulit untuk membuang sisa-sisa hasil pencernaan. 

  5. 5. Mengubah kebiasaan makan dan minum

    unsplash.com/abhishek_sanwa
    unsplash.com/abhishek_sanwa

    Biasa tak pernah sarapan saat di rumah tetapi jadi berburu makanan khas kota tujuan? Perubahan-perubahan seperti ini termasuk soal waktu dan jenis asupan yang dikonsumsi akan mengubah kinerja sistem pencernaan pula. Hal ini akan semakin parah bila kamu menjadi jarang minum saat traveling sehingga jadi dehidrasi dan konstipasi.

  6. 6. Stres dan cemas

    unsplash.com/odiin
    unsplash.com/odiin

    Walau terdengar menyenangkan dan seru, traveling juga bisa menimbulkan stres dan kecemasan tersendiri. Seperti contoh adalah ketakutan berada di tempat asing, melakukan perjalanan laut atau udara, dan sebagainya. Stres dan kecemasan semacam ini pun akan berdampak pada sulitnya kamu untuk BAB.

  7. 7. Kamu bisa mencegah dan menanganinya

    unsplash.com/Pure. Convenient. Sustainable
    unsplash.com/Pure. Convenient. Sustainable

    Untuk mencegah konstipasi saat seru traveling, kamu bisa memperbanyak konsumsi buah-buahan, salad, dan sayur sebelum berangkat dan saat tiba di tujuan. Dr. Levine juga menyarankanmu untuk lebih banyak memakan sereal bekatul dan untuk memperlancar feses. Selain itu, tentu saja, pastikan kamu untuk tetap menghidrasi tubuh dengan baik.

    Jadi, siap untuk mulai traveling dengan lebih nyaman?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More