- Memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit kardiovaskular dini (berusia kurang 55 tahun bagi pria dan kurang dari 65 tahun bagi perempuan).
- Memiliki riwayat keluarga dengan kadar kolesterol 240 mg/dL atau lebih.
- Obesitas dan memiliki risiko penyakit metabolik.
6 Anggapan tentang Kolesterol yang Ternyata Salah, Apa Saja?

Kolesterol merupakan salah satu komponen yang ada dalam tubuh. Selain diproduksi dalam tubuh, kolesterol juga bisa didapat dari makanan. Untuk mengetahui kadar kolesterol, kamu perlu melakukan pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah.
Hingga saat ini, masih ada banyak mitos yang dipercaya oleh banyak orang mengenai kolesterol sehingga menimbulkan salah kaprah. Apa saja? Yuk, kupas mitos seputar kolesterol yang beredar dan faktanya lewat artikel ini, ya!
1. Mitos: Semua kolesterol itu buruk

Sebagian dari kita mungkin menganggap bahwa semua kolesterol itu buruk bagi kesehatan. Faktanya, ada jenis kolesterol yang justru baik untuk kesehatan. Tubuh kita membutuhkan kolesterol untuk menghasilkan hormon dan membentuk sel tubuh.
Dijelaskan pada laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada dua jenis lipoprotein yang membawa kolesterol ke seluruh tubuh yaitu low-density lipoprotein (LDL) atau biasa disebut kolesterol jahat, dan high-density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik.
Kadar LDL yang tinggi menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, kadar HDL yang tinggi dapat menurunkan risiko dua penyakit tersebut.
2. Mitos: Kolesterol tidak menjadi masalah pada anak-anak

Banyak orang yang mengira bahwa kolesterol hanya menjadi permasalahan pada orang dewasa saja. Faktanya, ada kondisi genetik ketika kadar kolesterol tinggi dapat diturunkan.
Diterangkan oleh American Heart Association, adanya penyakit genetik ini dapat memengaruhi segala usia, termasuk anak-anak. Anak-anak dan remaja dapat dipertimbangkan melakukan tes kolesterol bagi yang berisiko tinggi, termasuk bagi:
3. Mitos: Hanya orang dengan berat badan berlebih yang memiliki kolesterol tinggi

Sebagian orang mungkin menganggap bahwa kadar kolesterol tinggi hanya dimiliki oleh orang dengan berat badan berlebih, sedangkan orang yang kurus pasti kadar kolesterolnya rendah. Anggapan bahwa kolesterol tinggi hanya dialami oleh orang dengan berat badan berlebih adalah tidak benar.
Masih dari sumber yang sama, meskipun berat badan berlebih cenderung lebih berisiko memiliki kadar kolesterol yang tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dengan berat badan normal dan berbadan kurus juga memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
Jadi, kadar kolesterol yang tinggi dapat memengaruhi semua orang. Maka, penting untuk memeriksa kadar kolesterol dalam darah secara berkala.
4. Mitos: Minum obat penurun kolesterol saja sudah cukup

Ada pula anggapan jika memiliki kadar kolesterol yang tinggi kemudian diresepkan oleh dokter obat penurun kolesterol, maka konsumsi obat itu saja sudah mampu menurunkan kolesterol tanpa perlu menjaga pola makan. Lagi-lagi, ini salah!
Obat kolesterol memang mampu menurunkan kadar kolesterol, namun dengan mengatur pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, maka penurunan kadar kolesterol menjadi lebih maksimal.
Jadi, selain mengonsumsi obat penurun kolesterol yang sudah diresepkan dokter, tetap perlu menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai arahan dokter.
5. Mitos: Tidak perlu obat, gaya hidup sehat sudah cukup

Beberapa orang saat diberikan obat penurun kolesterol oleh dokter, ia lebih memilih tidak mengonsumsinya dan lebih memilih menjaga pola makan dan melakukan gaya hidup sehat.
Menjaga pola makan dan melakukan gaya hidup yang sehat memang sangat penting. Sebagian orang mampu menurunkan kadar kolesterol dengan hanya menjaga pola makan dan melakukan gaya hidup sehat. Namun, ada beberapa kelompok yang mengandalkan pola hidup sehat saja masih belum cukup, sehingga dokter akan memberikan obat penurun kolesterol.
Beberapa orang yang memerlukan pengobatan kolesterol yaitu memiliki riwayat familial hypercholesterolemia atau memiliki kadar kolesterol jahat yang sangat tinggi, memiliki penyakit kardiovaskular, dan memiliki penyakit diabetes.
Ada pula yang memerlukan pengobatan kolesterol untuk menjaga kadar kolesterol mereka karena berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular. Maka, penting untuk menanyakan kepada dokter mengenai cara terbaik menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
6. Mitos: Kadar kolesterol yang tinggi dapat dirasakan atau ada gejalanya

Ada anggapan di masyarakat bahwa jika mengalami kadar kolesterol tinggi, maka akan ada keluhan yang dirasakan. Padahal, anggapan ini tidak benar. Mengutip CDC, kadar kolesterol yang tinggi tidak menunjukkan tanda dan gejala pada seseorang.
Dijelaskan juga pada laman Verywell Health, satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol yaitu dengan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol melalui sampel darah.
Kebanyakan orang dewasa harus mulai memperhatikan kesehatannya, termasuk dengan melakukan pengecekan kadar kolesterol secara berkala. Jika kamu memiliki riwayat keluarga yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi, atau memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, maka konsultasikan dengan dokter mengenai seberapa sering kamu perlu cek kadar kolesterol.
Ada banyak mitos mengenai kolesterol yang masih dipercaya sebagian orang. Melakukan pemeriksaan kolesterol penting dilakukan oleh siapa pun karena kolesterol tinggi hanya terdeteksi melalui pemeriksaan darah.
Agar kadar kolesterol tetap stabil, dapat mengonsumsi makanan yang menyehatkan jantung dan melakukan olahraga. Jika diresepkan obat kolesterol, maka obat perlu dikonsumsi sesuai arahan disertai tetap menerapkan pola hidup sehat.








![[QUIZ] Pilih Mesin Gym Favorit, Kami Tebak Personality Kamu](https://image.idntimes.com/post/20251010/mike-cox-9b2navtjz_8-unsplash_961526d5-fca4-4b81-8853-cb84e11a922d.jpg)










