Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi Jika Mengonsumsi Vitamin C dan D Bersamaan?
ilustrasi suplemen makanan (unsplash.com/Mariana Rascão)
  • Vitamin C dan D umumnya aman dikonsumsi bersamaan sesuai anjuran, tanpa bukti saling mengganggu; dosis perlu diperhatikan untuk meminimalkan efek samping.

  • Kombinasi keduanya mendukung imunitas, pertahanan terhadap infeksi virus, penyembuhan luka, kesehatan pencernaan, serta penuaan sehat melalui fungsi yang saling melengkapi.

  • Vitamin C dan D berpotensi menjaga kepadatan tulang dan membantu kondisi tertentu, tetapi bukti manfaat kanker belum konsisten; pasien kanker perlu berkonsultasi dengan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Vitamin C dan vitamin D sama-sama penting bagi kesehatan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Vitamin C membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung pembentukan kolagen, sementara vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium serta menjaga kesehatan tulang dan otot.

Karena manfaatnya berbeda, banyak orang mengonsumsi kedua vitamin ini sebagai suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Lalu, apakah vitamin C dan vitamin D boleh diminum bersamaan?

Kabar baiknya, kedua vitamin ini umumnya aman dikonsumsi bersamaan selama digunakan sesuai anjuran. Tidak ada bukti keduanya saling mengganggu kerja masing-masing di dalam tubuh. Namun, dosis dan cara penggunaannya tetap perlu diperhatikan agar manfaatnya optimal dan risiko efek samping dapat diminimalkan.

1. Meningkatkan dukungan sistem kekebalan tubuh

Mengonsumsi vitamin C dan vitamin D dalam jumlah yang cukup penting untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Vitamin C berperan dalam membantu kerja sel-sel imun dan dapat membantu tubuh melawan infeksi. Sementara itu, vitamin D membantu mengatur respons kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan yang berlebihan.

Karena memiliki peran yang berbeda tetapi saling melengkapi, vitamin C dan vitamin D umumnya dapat dikonsumsi bersamaan. Menggabungkan keduanya bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, terutama saat kebutuhan vitamin sulit dipenuhi hanya dari makanan.

Meski demikian, suplemen bukan jaminan untuk mencegah infeksi. Manfaatnya akan lebih optimal jika dibarengi pola makan seimbang, tidur yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

2. Mendukung kemampuan melawan infeksi virus

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vitamin C memiliki efek antivirus dan dapat membantu memperpendek durasi pilek jika dikonsumsi secara rutin.

Sementara itu, vitamin D dapat membantu menurunkan risiko infeksi virus dengan memperkuat pertahanan alami tubuh, seperti kulit dan selaput lendir. Vitamin D juga dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan pada anak-anak maupun orang dewasa.

3. Meningkatkan kesehatan tulang

ilustrasi sakit pinggang (pexels.com/Kindel Media)

Kekurangan vitamin C dan vitamin D dapat berdampak pada kesehatan tulang, termasuk menurunkan kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kombinasi suplemen vitamin C dan vitamin D dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan memperlambat pengeroposan tulang. Kombinasi keduanya juga berpotensi membantu menurunkan risiko osteoporosis dan patah tulang.

4. Mempercepat penyembuhan luka

Vitamin C dan vitamin D sama-sama berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Karena memiliki fungsi yang berbeda, mengonsumsi keduanya dapat membantu mendukung pemulihan luka secara lebih optimal.

Vitamin D membantu tubuh melawan infeksi dan mendukung proses perbaikan kulit. Sementara itu, vitamin C berperan sebagai antioksidan, membantu mengurangi peradangan, serta mendukung pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk menghasilkan jaringan kulit baru.

5. Meningkatkan kesehatan pencernaan 

Mengonsumsi vitamin C dan vitamin D dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Keduanya juga diduga berperan dalam mendukung pertahanan usus terhadap bakteri berbahaya.

Dalam sebuah studi kecil yang melibatkan 23 atlet pria, kombinasi vitamin C, vitamin D, dan kunyit dikaitkan dengan berkurangnya masalah saluran pencernaan. Namun, karena peserta mengonsumsi ketiganya secara bersamaan, tidak dapat dipastikan seberapa besar manfaat yang berasal khusus dari vitamin C atau vitamin D.

6. Hasil penanganan kanker mungkin lebih baik

ilustrasi pasien kanker menjalani kemoterapi (magnific.com/magnific)

Pada pasien leukemia mieloid akut, beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dan vitamin D dikaitkan dengan peluang hidup yang lebih baik serta risiko efek samping pengobatan yang lebih rendah, seperti perdarahan, peradangan, dan infeksi.

Namun, bukti mengenai manfaat vitamin C dan vitamin D pada kanker secara umum masih belum konsisten. Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan perannya. Bagi pasien kanker, penggunaan suplemen vitamin C, vitamin D, atau suplemen lainnya sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter yang merawat.

7. Penuaan yang sehat

Menjaga kadar vitamin C dan vitamin D tetap cukup penting seiring bertambahnya usia. Vitamin C membantu menjaga kesehatan kulit dan sendi melalui pembentukan kolagen, sedangkan vitamin D membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang dengan mendukung penyerapan kalsium.

Secara umum, vitamin C dan vitamin D aman dikonsumsi bersamaan selama sesuai kebutuhan dan tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam menjaga kesehatan tubuh. Meski begitu, penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing karena konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping.

Referensi

Bae, M., & Kim, H. (2020). "Mini-review on the roles of vitamin C, vitamin D, and selenium in the immune system against COVID-19. Molecules, 25(22)," Article 5346. https://doi.org/10.3390/molecules25225346.

Clayton, D. J., Burbeary, R., Parker, C., James, R. M., Saward, C., Procter, E. L., Mode, W. J. A., Baker, C., Hough, J., Williams, N. C., Rossington, H., & Varley, I. (2024). "Combined turmeric, vitamin C, and vitamin D ready-to-drink supplements reduce upper respiratory illness symptoms and gastrointestinal discomfort in elite male football players." Nutrients, 16(2), Article 243. https://doi.org/10.3390/nu16020243.

Cymbiotika. Diakses pada Oktober 2026. "Can Vitamin D3 and Vitamin C Be Taken Together?"

Health. Diakses pada Oktober 2026. "What Happens to Your Body When You Take Vitamin C and Vitamin D Together."

Mouchel, P. L., Bérard, E., Tavitian, S., Gadaud, N., Vergez, F., Rieu, J. B., Luquet, I., Sarry, A., Huguet, F., Largeaud, L., Delabesse, E., Huynh, A., Bertoli, S., & Récher, C. (2023). Vitamin C and D supplementation in acute myeloid leukemia. Blood Advances, 7(22), 6886–6897. https://doi.org/10.1182/bloodadvances.2023010559.

Stevens, C. M., Bhusal, K., & [penulis lainnya]. (2023). "The association of vitamin C and vitamin D status on bone mineral density and VCAM-1 levels in female diabetic subjects: Is combined supplementation with vitamin C and vitamin D potentially more successful in improving bone health than supplementation with vitamin D alone?" Human Nutrition & Metabolism, 34, Article 200221. https://doi.org/10.1016/j.hnm.2023.200221.

Verywell Health. Diakses pada Oktober 2026. "What Happens When You Take Vitamin C and D Together?"

Curated For You

Editorial Team

Related Article