Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jangan Asal Plank! Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi

4 min read
Jangan Asal Plank! Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi
ilustrasi plank (magnific.com/garetsvisual)
  • Plank efektif membutuhkan tubuh lurus dari kepala hingga tumit; pinggul yang terlalu tinggi atau rendah serta punggung bawah melengkung dapat mengurangi kualitas latihan dan menambah beban punggung.

  • Pada forearm plank, siku perlu berada tepat di bawah bahu agar tubuh lebih stabil dan tekanan pada bahu tidak meningkat. Otot perut serta bokong dikencangkan secukupnya.

  • Jangan menahan napas atau memaksakan durasi. Bernapaslah teratur, mulai dari 15–30 detik dengan postur baik, lalu tingkatkan waktu secara bertahap sesuai kemampuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Plank sering jadi pilihan saat ingin melatih otot perut tanpa perlu banyak gerakan atau alat tambahan. Sekilas, latihan ini memang terlihat gampang karena kamu hanya perlu menahan posisi tubuh selama beberapa waktu. Padahal, posisi tubuh yang kurang tepat atau terlalu fokus bertahan lama bisa membuat plank jadi kurang efektif.

Nah, kalau selama ini kamu sudah rutin plank tetapi belum merasakan manfaat yang diharapkan, bisa jadi ada detail gerakan yang perlu diperbaiki. Mulai dari posisi pinggul hingga cara mengatur napas, hal-hal kecil ini ternyata berpengaruh pada kualitas latihan. Yuk, kenali lima kesalahan saat plank yang sering terjadi agar latihanmu lebih efektif dan tetap memperhatikan postur tubuh!

  1. 1. Posisi pinggul terlalu tinggi atau rendah

    ilustrasi latihan plank
    ilustrasi latihan plank (magnific.com/diana.grytsku)

    Ketika melakukan plank, mempertahankan posisi pinggul yang stabil ternyata lebih menantang daripada yang terlihat. Beberapa orang tanpa sadar mengangkat pinggul terlalu tinggi demi mempertahankan durasi lebih lama, sementara yang lain membiarkannya turun, menyebabkan punggung bawah melengkung. Sebetulnya, postur yang kurang sejajar dapat menurunkan efektivitas latihan dan meningkatkan beban pada punggung bagian bawah.

    Nah, usahakan untuk menjaga tubuh membentuk garis lurus dari kepala hingga tumit selama plank. Kencangkan otot perut dan bokong secukupnya untuk mencegah pinggul naik atau turun saat merasa lelah. Kalau posisi ini mulai sulit untuk dijaga, lebih baik akhiri gerakan sejenak daripada memaksakan waktu dengan postur yang berantakan.

  2. 2. Punggung bagian bawah terlalu melengkung

    ilustrasi berlatih plank
    ilustrasi berlatih plank (magnific.com/shurkin-son)

    Satu kesalahan lain yang sering terjadi adalah membiarkan punggung bagian bawah melengkung saat melakukan plank. Hal ini biasanya terjadi ketika otot perut mulai kelelahan, sehingga mempertahankan postur stabil menjadi sulit. Kalau dipaksakan terus menerus, tekanan pada area punggung bagian bawah dapat meningkat dan membuat latihan menjadi gak nyaman.

    Agar lebih terkontrol, coba kencangkan otot perut seolah-olah sedang menahan perut agar gak terdorong ke bawah. Pastikan pinggul tetap sejajar dengan tubuh dan hindari membusungkan perut selama menahan posisi. Kalau punggung mulai melengkung dan sulit untuk diperbaiki, turunkan lutut terlebih dahulu atau ambil waktu istirahat sejenak sebelum melanjutkan latihan.

  3. 3. Posisi siku terlalu jauh dari bahu

    ilustrasi pria plank
    ilustrasi pria plank (magnific.com/bristekjegor)

    Saat melakukan forearm plank, posisi siku juga perlu diperhatikan, lho. Banyak orang yang menempatkan siku terlalu jauh ke depan atau bahkan lebar ke samping karena merasa lebih nyaman dengan posisi tersebut. Namun, posisi siku yang kurang tepat dapat menyulitkan tubuh untuk tetap stabil dan meningkatkan tekanan pada bahu.

    Sebaiknya, siku berada tepat di bawah bahu untuk memberikan dukungan yang lebih optimal pada tubuh. Tempatkan kedua lengan bawah di lantai dengan posisi yang nyaman, kemudian pastikan bahu gak terasa tertekan selama latihan. Kalau mulai mengalami rasa pegal atau sulit menjaga keseimbangan, periksa kembali posisi siku sebelum meningkatkan durasi plank.

  4. 4. Menahan napas selama latihan

    ilustrasi plank di pagi hari
    ilustrasi plank di pagi hari (magnific.com/diana.grytsku)

    Karena terlalu fokus pada posisi tubuh, kamu mungkin tanpa sadar menahan napas saat melakukan plank. Kebiasaan ini sering muncul terutama ketika mulai merasa lelah atau mencoba bertahan beberapa detik lebih lama. Padahal, menahan napas justru akan membuat latihan terasa lebih berat dan mengganggu kenyamanan saat bergerak.

    Cobalah untuk bernapas dengan cara yang teratur selama melakukan plank, meskipun otot perut tetap harus aktif menahan tubuh. Tarik napas dan embuskan secara alami tanpa terburu-buru atau mengendurkan posisi tubuh. Dengan cara ini, kamu bisa lebih konsentrasi dalam menjaga teknik gerakan tanpa mengorbankan pola napas demi bertahan lebih lama.

  5. 5. Terlalu fokus pada durasi daripada teknik

    ilustrasi melihat durasi olahraga di smartwatch
    ilustrasi melihat durasi olahraga di smartwatch (pexels.com/https://kaboompics.com/)

    Melihat orang lain kuat plank sampai satu atau dua menit kadang bikin kita ikut tertantang untuk mencoba durasi yang sama. Padahal, kemampuan setiap orang berbeda, jadi gak perlu buru-buru mengejar waktu kalau posisi tubuh sendiri belum stabil. Kalau sudah kelelahan, pinggul bisa mulai turun atau punggung melengkung tanpa disadari, sehingga gerakan plank jadi kurang maksimal.

    Daripada langsung memaksakan plank selama satu menit, mulailah dari durasi yang bisa kamu pertahankan dengan postur yang baik. Misalnya, tahan selama 15–30 detik terlebih dahulu, lalu tingkatkan durasinya secara bertahap sesuai kemampuan. Ingat, plank yang singkat dengan teknik tepat lebih baik daripada bertahan lama tetapi posisi tubuh sudah berantakan, ya.

    Plank memang terlihat sederhana, tetapi posisi tubuh dan cara melakukannya tetap perlu diperhatikan agar latihan lebih efektif. Jadi, daripada sibuk mengejar durasi, lebih baik fokus menjaga postur dan melakukan setiap gerakan dengan benar sesuai kemampuan. Nah, kalau sudah terbiasa dengan teknik yang tepat, kamu bisa meningkatkan durasi plank secara bertahap tanpa harus memaksakan diri.

    Referensi:

    “Core Muscle Activation With Foam Rolling and Static Planks.” Frontiers in Physiology. Diakses Oktober 2026.

    “Plank Variations and Surface Instability: A Study on Core Muscle Activation in Males and Females.” Physical Therapy Korea. Diakses Oktober 2026.

    “Effects of Surface Stability on Muscle Activation during Plank Exercise.” Journal of Human Kinetics. Diakses Oktober 2026.

    “The Effect of Cranio-Cervical Position on Core Muscle Activation during the Prone Plank Exercise.” Applied Sciences. Diakses Oktober 2026.

    “Rectus abdominis muscle thickness change and activation increase during planks performed on different surfaces.” BMC Sports Science, Medicine and Rehabilitation. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More