Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Anak dari Bayi hingga Remaja

3 min read
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Anak dari Bayi hingga Remaja
ilustrasi seorang ibu bermain bersama anak balita (pexels.com/Shotpot)
  • Masa kanak-kanak dan remaja adalah waktu penting untuk membangun massa tulang.

  • Makanan bergizi dan aktivitas fisik yang sesuai usia mendukung pertumbuhan tulang.

  • Suplemen bukan jalan pintas agar anak tumbuh tinggi; penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tulang anak terus tumbuh seiring bertambahnya usia. Pada masa kanak-kanak dan remaja, pembentukan tulang berlangsung lebih cepat daripada penguraiannya. Karena itu, kebiasaan makan dan bergerak sehari-hari ikut mendukung kesehatan tulang mereka hingga dewasa.

Buat orang tua maupun pengasuh, berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan tulang anak dari usia bayi hingga remaja.

  1. Saat bayi: beri asupan dan kesempatan bergerak

    ASI atau susu formula menjadi sumber nutrisi utama bayi. Ketika bayi siap, makanan pendamping ASI mulai diberikan sekitar usia 6 bulan, sambil tetap memenuhi kebutuhan susu sesuai tahap usianya. Makanan pendamping ASI (MPASI) yang beragam membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang.

    Gerak juga penting sejak awal. Para ahli menganjurkan bayi aktif beberapa kali sehari melalui permainan di lantai. Untuk bayi yang belum bisa bergerak sendiri, tummy time dapat dilakukan sedikitnya 30 menit sehari, dibagi dalam beberapa sesi, saat bayi terjaga dan diawasi.

  2. Balita dan anak sekolah: variasikan makanannya

    Ilustrasi anak-anak membawa bekal makanan sambil menuju sekolah sebagai persiapan menjalani kegiatan belajar.
    ilustrasi anak-anak membawa bekal ke sekolah (pexels.com/Katerina Holmes)

    Kalsium membantu membangun tulang, sementara vitamin D membantu tubuh menyerapnya. Keduanya bisa didapat dari beragam makanan, seperti susu dan olahannya, ikan, sayuran hijau, serta makanan yang diperkaya. Protein dari telur, ikan, daging, atau kacang-kacangan juga menjadi bagian dari pola makan seimbang.

    Kebutuhan kalsium meningkat seiring usia. Sebagai acuan:

    • Anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 700 mg per hari.
    • Usia 4–8 tahun butuh sekitar 1.000 mg.
    • Usia 9–18 tahun butuh sekitar 1.300 mg.

    Kebutuhan anak bisa berbeda menurut kondisi masing-masing, jadi suplemen sebaiknya tidak diberikan sembarangan.

    Untuk bayi dan anak yang punya alergi makanan, pola makan terbatas, atau kondisi kesehatan tertentu, orang tua dapat meminta saran dokter mengenai pemenuhan vitamin D dan kalsium.

  3. Remaja: biasakan aktivitas yang menguatkan tulang

    Berjalan, berlari, menari, melompat, atau bermain sepak bola dan basket membuat tubuh bergerak sambil menopang beratnya sendiri. Anak dan remaja usia 5–17 tahun dianjurkan untuk beraktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, rata-rata sedikitnya 60 menit sehari. Aktivitas yang menguatkan otot dan tulang sebaiknya masuk dalam rutinitas setidaknya tiga hari seminggu.

    Metaanalisis terhadap 15 uji klinis dengan 723 remaja juga menemukan bahwa olahraga dapat meningkatkan massa dan kepadatan mineral tulang.

    Suplemen tidak otomatis membuat anak tumbuh lebih tinggi. Metaanalisis yang terbit pada 2026, mencakup 16 uji klinis dan sekitar 2.100 anak serta remaja sehat, tidak menemukan peningkatan tinggi badan yang bermakna dari suplemen kalsium dan/atau vitamin D. Perubahan kecil pada kepadatan tulang di beberapa bagian tubuh ditemukan, tetapi arti klinisnya belum jelas.

    Suplemen tetap dapat diperlukan untuk kondisi tertentu, tetapi sebaiknya digunakan atas saran dokter.

    Referensi

    National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, “Kids and Their Bones,” diakses 18 Oktober 2026.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia, “Makanan Pendamping ASI (MPASI),” diakses 18 Oktober 2026.

    World Health Organization, "Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children under 5 Years of Age," diakses 18 Oktober 2026.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Tips Menjaga Kesehatan Tulang Anak-Anak,” diakses 18 Oktober 2026.

    World Health Organization, “Physical Activity,” diakses 18 Oktober 2026.

    Wenhua Zhang et al., “Effects of Exercise on Bone Mass and Bone Metabolism in Adolescents: A Systematic Review and Meta-analysis,” Frontiers in Physiology 15 (2024): 1512822, https://doi.org/10.3389/fphys.2024.1512822.

    Guochun Lv et al., “Comparative Effects of Calcium, Vitamin D, and Combined Supplementation on Growth and Bone Mineral Density in Healthy Children and Adolescents: A Systematic Review and Network Meta-analysis,” Frontiers in Nutrition 13 (2026): 1979566, https://doi.org/10.3389/fnut.2026.1979566.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More