ilustrasi makanan kaleng (pexels.com/alleksana)
Meski terdapat beberapa risiko dari konsumsi makanan kaleng secara rutin, tapi makanan ini biasanya juga bisa menyuplai nutrisi tertentu. Makanan kaleng yang diolah secara minimal, seperti buah atau sayur segar yang dibekukan, atau ikan kaleng, meliputi tuna, salmon, dan sarden, sering kali masih memiliki nilai gizi. Bahkan, proses pengolahan seperti pemanasan saat pengalengan justru bisa meningkatkan kadar nutrisi tertentu pada beberapa jenis makanan.
Selama proses pengalengan, nutrisi seperti protein, serat, dan lemak sering kali tidak terpengaruh, meski beberapa vitamin dan mineral biasanya akan rusak. Pada sayur atau buah-buahan segar yang dikemas dalam kaleng juga demikian. Senyawa likopen seperti yang terdapat pada tomat, justru semakin meningkat selama proses pemanasan.
Makanan kaleng memang memberikan kemudahan tersendiri untuk mendapatkan sumber makanan. Akan tetapi, konsumsi makanan kaleng secara rutin mungkin harus menjadi kewaspadaan, sebab adanya risiko masalah kesehatan akibat bahan-bahan yang ditambahkan selama pengolahan.
Referensi
“What Happens to Your Body When You Eat Canned Foods Regularly”. Verywell Health. Diakses April 2026
“Side Effects of Eating Canned Foods Every Day, According to Science”. Eat This, Not That!. Diakses April 2026
“Canned Food: Good or Bad?”. Healthline. Diakses April 2026
“Tinned food - healthy enough?”. BBC. Diakses April 2026
“Sodium in Diet”. Medline Plus. Diakses April 2026
“Dietary salt and blood pressure: A complex connection”. Harvard Health Publishing. Diakses April 2026
“Blood Sodium Levels: The Side Effects of Eating Too Much Salt”. Heart West Cardiology. Diakses April 2026
“Majority of People with Heart Disease Consume Too Much Sodium”. American College of Cardiology. Diakses April 2026
“Human Exposure to Bisphenol A in Europe”. European Environment Agency. Diakses April 2026