ilustrasi takjil (commons.wikimedia.org/raasiel)
Mengonsumsi takjil atau camilan manis mendekati waktu tidur membuat sistem pencernaan tetap aktif. Makanan yang belum tercerna sempurna dapat menimbulkan rasa begah saat berbaring. Kondisi ini membuat tubuh sulit mencapai rasa nyaman. Proses istirahat pun menjadi tertunda.
Minuman manis atau berkafeina pada malam hari juga dapat meningkatkan kewaspadaan otak. Efek tersebut membuat tubuh sulit memasuki fase tidur dalam. Waktu tidur menjadi lebih singkat dari kebutuhan normal. Akibatnya, tubuh terasa lelah saat bangun.
Kualitas tidur dapat tetap terjaga selama takjil dikonsumsi dengan porsi wajar, punya jenis yang lebih ringan, dan berjarak waktu cukup sebelum tidur. Perubahan kecil seperti mengurangi gula, membatasi gorengan, dan memilih camilan mudah dicerna bisa memberi dampak saat istirahat. Kebiasaan berbuka yang lebih bijak bukan hanya membuat tubuh terasa ringan, melainkan juga membantu tidur lebih nyenyak. Bukankah itu yang sebenarnya dibutuhkan setelah seharian berpuasa?
Referensi
"Having Trouble Sleeping While Fasting? Discover the Causes and Solutions". Scandia. Diakses Februari 2026.
"How Does Sugar Affect Sleep?". Sleep Doctor. Diakses Februari 2026.
"Relationship Between Added Sugar Intake and Sleep Quality Among University Students: A Cross-sectional Study". American Journal of Lifestyle Medicine. Diakses Februari 2026.
"Spicy meal disturbs sleep: an effect of thermoregulation?". International Journal Psychophysical. Diakses Februari 2026.