ilustrasi frozen fruits, frozen vegetables, buah dan sayuran beku (magnific.com/freepik)
Proses pembekuan memang efektif menjaga kualitas makanan, tapi cara penyimpanan setelah dibeli juga gak boleh diabaikan. Menurut penelitian dalam Future Postharvest and Food, pembentukan kristal es akibat proses pembekuan, terutama jika makanan dicairkan lalu dibekukan kembali, dapat merusak struktur buah dan sayur. Kondisi tersebut membuat tekstur menjadi lebih lembek dan sebagian kandungan nutrisi bisa berkurang.
Penelitian dalam Future Postharvest and Food juga menjelaskan bahwa produk buah dan sayur beku berpotensi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes apabila gak ditangani dengan benar. Sementara itu, studi dalam EFSA Journal dijelaskan bahwa memasak buah atau sayur beku sebelum dikonsumsi dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri tersebut. Di sisi lain, proses pengalengan memang dapat mengurangi sebagian vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C, tapi perkembangan teknologi modern membuat kehilangan nutrisi tersebut kini jauh lebih kecil dibandingkan sebelumnya.
Buah beku dan sayur kalengan bukanlah pilihan yang lebih buruk dibandingkan produk segar. Selama dipilih dengan cermat dan diolah dengan benar, keduanya tetap mampu memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Bahkan, kepraktisan, harga yang lebih terjangkau, dan masa simpan yang panjang dapat membantu kamu lebih konsisten mengonsumsi buah dan sayur setiap hari. Jadi, jangan ragu menjadikan buah beku maupun sayur kalengan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama saat kamu membutuhkan pilihan yang lebih praktis dan ramah di kantong.