ilustrasi memanaskan nasi goreng (unsplash.com/Carlos Fernández)
Menggoreng nasi sampai panas memang dapat membunuh bakteri yang masih hidup. Namun, cara tersebut tidak selalu menghancurkan racun yang sudah terbentuk di dalam makanan. Beberapa racun yang dihasilkan Bacillus cereus memiliki ketahanan terhadap panas sehingga tetap dapat menimbulkan masalah setelah nasi dimasak kembali, termasuk saat nasi tersebut sudah berubah menjadi nasi goreng. Kondisi ini menjadi alasan mengapa pemanasan ulang tidak bisa dijadikan cara untuk menyelamatkan nasi yang sudah salah disimpan.
Nasi yang akan digunakan untuk membuat nasi goreng sebaiknya disimpan dengan benar sejak awal. Nasi matang perlu segera didinginkan dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup di kulkas, bukan dibiarkan berjam-jam di suhu ruang. Nasi yang sudah terlalu lama berada di luar kulkas sebaiknya tidak digunakan lagi meskipun nantinya akan digoreng sampai panas, sedangkan nasi yang sudah disimpan dengan baik dapat dipanaskan sesuai porsi yang akan dimakan.
Keracunan makanan tidak selalu diawali dengan makanan yang terlihat basi atau memiliki rasa yang aneh. Risiko juga bisa berasal dari makanan yang tampak biasa saja, termasuk nasi goreng yang dibuat dari nasi yang sebelumnya sudah mengalami penyimpanan kurang tepat. Hal ini membuat cara menyimpan dan mengolah makanan tetap perlu diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi tidak justru menimbulkan masalah kesehatan.
Referensi
"What Is Reheated Rice Syndrome?" Healthline. Diakses pada September 2026.
"Fried Rice Syndrome." Singapore Food Agency. Diakses pada September 2026.