Metode run-walk bukan hanya cocok untuk pemula, tetapi juga bisa digunakan oleh pelari dengan berbagai tingkat kemampuan. Dengan menyelingi lari dan jalan secara teratur, metode ini dapat membantu mengurangi kelelahan sekaligus memberikan manfaat bagi tubuh dan mental. Berikut beberapa manfaatnya.
Jeda berjalan memberi kesempatan bagi otot untuk beristirahat sejenak, menurunkan detak jantung, dan memulihkan energi sebelum kembali berlari. Dengan begitu, tubuh tidak cepat kehabisan tenaga selama berlari dalam jarak yang lebih jauh.
Pergantian antara berlari dan berjalan membuat beban tidak terus-menerus diberikan pada kelompok otot dan bagian tubuh yang sama. Variasi gerakan ini dapat mengurangi tekanan berulang pada lutut, pinggul, pergelangan kaki, maupun bagian tubuh lainnya.
Meski terlihat seperti memperlambat karena adanya jeda berjalan, strategi ini dapat membantu mengurangi kelelahan yang menumpuk selama lari. Tubuh yang lebih terjaga energinya bisa membuat kamu mempertahankan pace dengan lebih baik hingga akhir.
Membagi sesi lari menjadi interval yang lebih pendek membuat jarak yang panjang terasa lebih mudah dikelola. Kamu juga bisa menggunakan jeda berjalan untuk mengatur napas dan menghadapi rasa lelah atau kaku yang mulai muncul selama berlari.
Itulah cara melakukan run walk yang bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin berlari tanpa cepat kehabisan tenaga. Yuk, coba dan sesuaikan intervalnya dengan kemampuanmu!
Referensi
"What Is the Run/Walk Method? We Break It Down, Plus Explain the Benefits". The Runner's World. Diakses Agustus 2026.
"How to Use the Run Walk Method". Fleet Feet. Diakses Agustus 2026.