ilustrasi berat badan (unsplash.com/i yunmai)
Daging kurban dapat menjadi sumber protein yang baik jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi makanan lain. Namun, kebiasaan makan daging tanpa sayuran membuat asupan kalori jauh lebih tinggi karena tubuh cenderung terus merasa belum puas. Banyak orang akhirnya menambah nasi, kuah santan, atau camilan setelah makan karena tidak mendapat rasa kenyang yang tahan lama dari serat. Situasi ini membuat total kalori harian meningkat tanpa terasa.
Sayuran sebenarnya membantu memberi efek kenyang lebih lama dengan jumlah kalori yang jauh lebih rendah. Saat tubuh mendapat kombinasi protein dan serat sekaligus, keinginan makan berlebihan biasanya lebih mudah dikendalikan. Sebaliknya, menu yang terlalu didominasi daging dan lemak membuat tubuh lebih cepat menyimpan kelebihan energi menjadi lemak. Tidak heran jika berat badan sering naik setelah Idul Adha meski porsi makan terasa masih normal seperti biasa.
Mengonsumsi daging kurban bukan masalah selama porsinya tetap seimbang dan tidak mengabaikan asupan sayuran. Tubuh memerlukan kombinasi protein, serat, vitamin, dan cairan agar proses pencernaan serta metabolisme tetap berjalan baik. Jadi, saat menikmati olahan daging favorit selama Idul Adha, sudahkah isi piring ikut dilengkapi sayuran segar?
Referensi
"Meat and Human Health—Current Knowledge and Research Gaps". MDPI. Diakses Mei 2026.
"What Happens to Your Body When You Stop Eating Meat—Even for a Short Period of Time". Health. Diakses Mei 2026.
"What really happens to your body when you eat only meat". National Geographic. Diakses Mei 2026.