ilustrasi kafein (pexels.com/Arshad Sutar)
Kopi, teh, maupun minuman berenergi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara waktu. Namun, mengandalkan kafein secara berlebihan tanpa mencari penyebab kantuk yang terus berulang bukanlah solusi jangka panjang. Efek stimulan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mengatasi gangguan tidur yang mendasarinya.
Jika rasa kantuk berlebihan terjadi hampir setiap hari selama berminggu-minggu, bahkan sampai mengganggu pekerjaan, sekolah, atau aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Hipersomnia dapat berkaitan dengan berbagai kondisi medis maupun gangguan tidur lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan sejak dini membantu menentukan penyebabnya sekaligus mencegah gejala berkembang menjadi lebih berat.
Gejala hipersomnia tidak selalu dipengaruhi oleh durasi tidur, tetapi juga dapat dipicu oleh kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Menjaga pola tidur yang konsisten, aktif bergerak, serta menghindari kebiasaan yang menurunkan kualitas tidur dapat membantu mengurangi rasa kantuk berlebihan. Nah, dari lima kebiasaan tadi, adakah yang tanpa sadar masih sering kamu lakukan?
Referensi
"Hypersomnia." Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2026.
"Tips to Avoid Daytime Sleepiness." WebMD. Diakses pada Agustus 2026.
"Excessive daytime sleepiness (hypersomnia)" NHS. Diakses pada Agustus 2026.